
Lampung Timur, sinarlampung.co – Sampah sisa makanan di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tak lagi harus berakhir di tempat pembuangan. Sebuah teknologi bernama biodigester disarankan untuk diterapkan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar limbah makanan bisa diolah kembali menjadi sumber energi terbarukan.
Biodigester bekerja dalam sistem tertutup, sehingga tidak menimbulkan bau, mengusir lalat dan tikus, serta menjaga kebersihan area dapur. Teknologi ini mampu mengubah sisa makanan dan bahan organik menjadi biogas untuk memasak dan digestat yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk alami.
Rekomendasi penggunaan biodigester di dapur MBG pertama kali muncul saat Ibu Negara Brasil, Janja Lula da Silva, berkunjung ke SD Angkasa 05 Halim, Jakarta Utara, salah satu sekolah penerima manfaat MBG.
Dalam kunjungan itu, ia menilai Indonesia bisa meniru konsep school meal program di negaranya, yang menggunakan biodigester untuk mengolah limbah dapur menjadi energi bersih.
Hal ini dibenarkan oleh Meizani Irmadhayani, Staf Khusus Menko Pangan Bidang Kebijakan Strategis, yang turut mendampingi kunjungan tersebut.
“Sistem biodigester bisa dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan untuk kebutuhan memasak di dapur SPPG. Ini akan menciptakan ekosistem baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujar Meizani.
Menurutnya, kapasitas pengolahan biodigester bergantung pada ukuran alat. Semakin besar, semakin banyak limbah yang dapat diolah. Selain mudah dirawat, teknologi ini juga mengurangi jejak karbon dan membantu SPPG menekan biaya angkut sampah.
Secara teknis, biodigester bekerja dengan cara mencerna bahan organik menggunakan mikroba, baik dalam kondisi anaerobik (tanpa oksigen) maupun aerobik (dengan oksigen). Proses itu menghasilkan biogas yang kaya metana, bisa dipakai untuk memasak, penerangan, hingga sumber listrik alternatif di dapur MBG.
Sisa hasil olahan biodigester, atau digestat, juga bermanfaat bagi lingkungan. Cairan kaya nutrisi ini dapat dijadikan pupuk alami untuk tanaman, membantu menjaga kesuburan tanah di sekitar fasilitas SPPG.
Dalam jangka panjang, penerapan biodigester di dapur MBG dipandang sebagai langkah menuju dapur mandiri energi, dapur yang tak hanya menyajikan makanan bergizi, tapi juga berkontribusi mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menekan limbah yang mencemari bumi. (Afandi)