
Tanggamus, Sianarlampung.co — Proyek pembangunan jalan provinsi yang menghubungkan Pekon Umbar hingga Pekon Putih Doh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, resmi rampung dan telah diserahterimakan kepada pemerintah. Namun, sejumlah warga masih menyoroti kualitas pekerjaan di beberapa titik.
Sejak awal peresmian, warga menemukan permukaan rigid beton pada beberapa bagian ruas jalan mulai mengelupas dan mengalami retak.
“Benar, ada beberapa titik yang sempat ngelotok. Tapi sekarang sudah ditambal,” ujar seorang warga setempat saat ditemui awak media.
Tidak hanya mengeluhkan, warga juga sempat mendesak pihak pelaksana pekerjaan untuk membongkar dan memperbaiki bagian jalan yang dinilai tidak memenuhi standar.
“Waktu itu kami minta dilakukan pembongkaran sebagian karena dianggap kurang layak. Alhamdulillah permintaan masyarakat ditindaklanjuti oleh pihak pemborong,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Cukuh Balak.
Sebelum proyek dikerjakan, ruas penghubung antarpekon tersebut disebut berada dalam kondisi rusak berat. Kubangan air, lubang besar, serta kontur jalan bergelombang menyulitkan kendaraan melintas, terutama saat hujan.
“Dulu rusaknya parah sekali. Kendaraan sering mogok di tengah jalan. Bertahun-tahun tidak tersentuh pembangunan. Sekarang jauh lebih baik, meski masih ada kekurangan,” kenang warga lainnya.
Perwakilan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung menegaskan bahwa proyek telah dikerjakan melalui mekanisme pengawasan yang ketat. “Seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga pengawasan di lapangan, telah sesuai SOP dan standar teknis. Tidak benar jika disebut ada penyimpangan dalam pekerjaan ini,” tegas perwakilan BMBK.
BMBK menjelaskan, kerusakan minor yang terjadi pada beberapa titik dipicu oleh cuaca ekstrem.
“Sejak awal Oktober wilayah ini diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Cuaca tak menentu bahkan menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah daerah. Kondisi itu turut memengaruhi struktur jalan,” jelasnya.
Pihak rekanan pelaksana proyek menyatakan telah melakukan perbaikan setelah masa pemeliharaan berakhir dikarenakan terdapat retakan pada beberapa titik lokasi yang disebabkan oleh scouring/gerusan air yang pada kedua sisi badan jalan.
“Kami bertanggung jawab penuh, agar jalan ini dapat bermanfaat dan dinikmati masyarakat. Namun kami berharap pemberitaan tetap objektif dan tidak menyudutkan tanpa bukti,” tegas pihak kontraktor. (Wisnu)