
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Menjalin hubungan asmara selama enam tahun, Windi (28) Warga Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, nekat memotong kelamin pacarnya, Karsilan (32), dengan pisau karter, hingga nyaris putus. Aksi Windi dipicu kesal karena mengetahui Karsilan diam-diam main dengan perempuan lain, dan mengetahui Karsilan ternyata sudah memiliki istri.
Windi memotong kelamin Karsilan warga Kampung Baru, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, sesaat setelah melakukan hubungan badan di semak-semak tengah Lapangan Baruna, Kelurahan Karang Maritim, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, pada Minggu 19 Oktober 2025 sekitar pukul 19.00 WIB.
Windi rupanya sudah merencanakan aksinya sejak beberapa hari lalu. Aksi nekatnya itu berhasil diwujudkannya setelah sebelumnya memancing korban untuk datang ke lokasi kejadian. Keduanya menggunakan kode “OTW” sebagai sandi rahasia untuk berhubungan layaknya suami istri.
Mereka kemudian bertemu di Lapangan Baruna dan masuk ke semak-semak untuk melakukan hubungan badan. “Spontan saja, saya ingin melukai alat vital korban supaya dia kapok dan tidak main perempuan lagi,” ujar Windi saat diperiksa, Rabu 22 Oktober 2025.
Windi mengaku telah menjalin hubungan asmara dengan Karsilan selama enam tahun. Namun belakangan, ia kerap diselingkuhi dan tersiksa batin. “Selama ini saya tersiksa batin, sering menangis, dan diselingkuhi. Dia sudah punya saya, tapi masih main perempuan ke sana-sini,” ucap Windi dengan nada emosi.
Kapolsek Panjang, Kompol Martono, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan, aksi Windi tergolong sebagai tindak pidana yang telah direncanakan. Sebab, pelaku menyediakan cutter sebagai senjatanya. “Tersangka sudah merencanakan aksi ini dengan membeli cutter sehari sebelum kejadian,” ujar Martono.
Menurut Martono, keduanya bertemu di Lapangan Baruna dan masuk ke semak-semak untuk berhubungan intim. Di sanalah, Windi melakukan aksi nekatnya itu. “Setelah selesai melakukan hubungan, tersangka langsung mengeluarkan cutter dari dalam tasnya dan menyayat alat vital korban,” ungkap Martono.
Martono menjelaskan, Windi membeli pisau cutter, Rabu 15 Oktober 2025. Pisau Itu rencananya bakal digunakan pada sehari kemudian Kamis 16 Oktober 2025. “Jadi memang mereka ini biasa bertemu di hari Kamis, tapi rencana itu sempat batal dan mereka kembali mengatur jadwal pertemuan pada Minggu malamnya di hari kejadian,” ungkapnya.
Kapolsek melanjutkan, Windi dan Karsilan akhirnya bertemu seperti biasa di Lapangan Baruna, Panjang pada Minggu malam. Kemudian keduanya masuk ke area semak-semak di tepi lapangan untuk berhubungan badan. Tanpa sepengetahuan Karsilan, tersangka ternyata sudah membawa pisau cutter disembunyikan di dalam tasnya.
“Saat keduanya melakukan hubungan badan, W langsung mengeluarkan cutter dan menyayat kemaluan korban hingga terluka parah. Tersangka kemudian melarikan diri dan membuang alat itu di sekitar lokasi,” tuturnya.
Korban yang terluka parah langsung berteriak minta tolong hingga mengundang perhatian warga. Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Panjang dan dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.
Setelah kejadian, Windi sempat melarikan diri dan membuang cutter di sekitar lokasi. Namun, ia akhirnya ditangkap polisi di rumahnya pada Selasa 21 Oktober 2025 Pagi. Atas perbuatan tersangka, Martono melanjutkan, korban Karsilan meringis dan berteriak kesakitan langsung meminta pertolongan warga sekitar. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Panjang dan dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek untuk mendapat perawatan medis. (Red)