
Lampung Utara, sinarlampung.co-Dua narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotabumi, Lampung Utara dikabarkan nekat mencoba melarikan diri, saat keduanya diberi kepercayaan untuk membersihkan halaman rutan. pada Jumat 10 Oktober 202) sekitar pukul 15.00 WIB sore.
Namun kabar lain menyebutkan, dua narapidana Rutan Kelas IIB Kotabumi, bernama Febran Hariansyah (20) dan M Roni (21), mencoba kabur dengan merusak jendela klinik saat rutan sibuk kegiatan olahraga dan ibadah. Keduanya berhasil ditangkap kembali dalam oleh petugas dibantu warga.
Informasi dilokasi kejadian menyebutkan, kedua napi itu melarikan diri ke arah berbeda. Satu orang kabur melalui gang kecil di belakang rutan, sementara satu lainnya berlari menuju arah Pengadilan Negeri Kotabumi. “Awalnya saya lagi duduk ngecas HP, tiba-tiba ada orang teriak ‘maling-maling’. Saya kira maling beneran. Pas saya lihat, ternyata dua orang itu pakai baju tahanan rutan,” ujar warga yang sempat melihat kejadian tersebut.
Menrut warga, mereka sempat melihat satu napi mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye, sedangkan napi lainnya berpakaian bebas. Keduanya berlari cukup jauh sebelum akhirnya berhasil ditangkap kembali oleh warga dan petugas rutan. “Yang satu lari masuk gang, yang satunya lagi ke arah jalan raya. Untung cepat ditangkap lagi,” ujarnya.
Peristiwa ini sempat menyita perhatian masyarakat sekitar Rutan, dan menyoroti lemahnya pengawasan di lingkungan rutan. Saat dikonfirmasi wartawan salah satu petugas rutan sempat membantah adanya napi kabur.
Kepala Rutan Kelas IIB Kotabumi, Marthen Butar Butar membenarkan insiden tersebut. Dia menyebut Febran terlibat kasus kekerasan seksual dan pencurian, sementara M. Roni kasus penadahan. Karutan menjelaskan Febran Hariansyah mendatangi klinik tanpa izin petugas blok, lalu bertemu M. Roni yang bertugas sebagai tamping (WBP yang membantu petugas) di ruang klinik.
“Keduanya merusak jendela ruang rawat klinik yang terhubung langsung ke luar area Rutan. Aksi mereka diketahui setelah terdengar suara kaca pecah yang menarik perhatian petugas di dekat pintu P2U. Petugas segera mengejar setelah melihat keduanya berlari keluar melalui jendela yang rusak, katany
M. Roni berhasil diringkus di area perkebunan singkong. Dan sempat dikeroyok warga karena diduga pencuri sebelum diamankan petugas. Sementara Febran juga berhasil ditangkap warga kemudian diserahkan ke petugas Rutan. (Red)