
Way Kanan, sinarlampung.co-Pemerintah Kabupaten Way Kanan mencatat realisasi belanja gaji dan tunjangan DPRD selama tahun anggaran 2024 mencapai Rp18.970.788.308 atau sebesar 98,00 persen dari total pagu anggaran Rp19.357.047.000. Sementara belanja perjalanan Dinas Kabupaten Way Kanan Tahun 2024 Capai Rp37,7 Milliar.
Data tersebut termuat dalam Catatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Way Kanan Tahun 2024 yang diterbitkan oleh BPK Perwakilan Provinsi Lampung. Rincian realisasi anggaran tersebut mencakup berbagai komponen belanja seperti:
Uang representasi DPRD sebesar Rp878.220.000 dari pagu Rp892.290.000 (98,42%).
Tunjangan keluarga DPRD Rp105.989.100 (97,25%).
Tunjangan beras DPRD Rp115.727.200 (96,66%).
Tunjangan jabatan DPRD Rp1.273.419.000 (98,42%).
Tunjangan komunikasi intensif pimpinan dan anggota DPRD Rp2.973.600.000 (98,33%).
Tunjangan reses DPRD Rp485.100.000 (96,25%).
Tunjangan transportasi DPRD Rp6.490.250.000 (98,43%).
Uang jasa pengabdian DPRD Rp400.000.000 (100%).
Sementara itu, komponen belanja iuran jaminan kesehatan bagi DPRD terealisasi Rp77.259.324.000 dari pagu Rp108.524.700 (71,22%), dan belanja tunjangan komunikasi intensif tetap menjadi salah satu alokasi besar dengan realisasi mendekati Rp3 miliar.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2023, angka realisasi belanja DPRD Way Kanan pada tahun 2024 sedikit menurun, namun tingkat serapan anggaran tetap tinggi di atas 95 persen untuk sebagian besar pos belanja.
Untuk Pelatihan Pemda Way Kanan habiskan Rp8,5 Miliar
Sementara untuk Pemerintah Kabupaten Way Kanan pada tahun 2024 menghabiskan anggaran pelatihan, sosialisasi, bimbingan teknis, dan pendidikan sebesar Rp7.525.754.000. Jumlah itu lebih besar dibandingkan belanja pemeliharaan jalan, jaringan, dan irigasi yang hanya mencapai Rp5.379.878.783,50.
Padahal, anggaran pemeliharaan infrastruktur tersebut semula dialokasikan Rp5.680.000.000 dan terealisasi 94,70 persen. Sedangkan belanja pelatihan memiliki pagu Rp8.568.073.000 dengan serapan 87,83 persen.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, realisasi pemeliharaan jalan dan irigasi mengalami penurunan tajam dari Rp10.947.471.032 pada 2023 menjadi Rp5.379.878.783 pada 2024. Sementara realisasi pelatihan hanya turun tipis dari Rp8.186.759.583 pada 2023 menjadi Rp7.525.754.000 pada 2024. (Red)