
Pesawaran, sinarlampung.co- Warga heboh dengan penemuan mayat anonim (tanpa identitas,red) yang telah membusuk di areal perkebunan karet di Desa Kebagusan, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Minggu 5 Okober 2025.
Mayat yang terlihat dalam kondisi terlentang, menggunakan celana pendek warna hitam, tanpa mengenakan baju itu tergeletak di semak belukar di areal Perkebunan PTPN Unit Wayberulu Desa Kebagusan, Kecematan Gedongtataan, Pesawaran, oleh warga yang melintas..
Menurut Fit (43), awalnya ada warga sekitar yang mencium aroma bau busuk di lokasi itu. Warga kemudian mencari asal bau bangkai itu, dan menemukan sesosok mayat yang telah membusuk, tergeletak di sekitar pohon bambu pinggir jalan di sekitaran kebun karet milik PTPN Unit Wayberulu. “Kondisinya sudah membusuk pak. Kalau liat dari mayatnya itu laki-laki. Tapi nggak tau siapa. Saya dan warga sini nggak ada yang kenal pak,” kata Fit.
Warga kemudian melaporkan ke Polisi. Tim inavis Polres Pesawaran langsung mendatangi lokasi. “Iya mayat tanpa identitas ini ditemukan warga sekitar pukul 14.15 WIB. Mayat tanpa identitas ini berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan telah meninggal lebih dari tiga hari. Dan setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mayat dibawa ke RS. Bhayangkara Bandar Lampung untuk dilakukan autopsi,” kata Polisi dilokasi penemuan mayat.
Informasi lain menyebutkan, mayat itu pertama kali dilaporkan oleh Tatang (50), seorang petani yang tengah mencari rumput sekitar pukul 14.00 WIB. Dia mencium bau menyengat dari arah sungai, lalu menemukan tubuh seorang pria dalam kondisi membengkak dan membusuk, hanya mengenakan celana pendek warna hitam.
Bhabinkamtibmas Desa Kebagusan Aipda Ruspan bersama tim Sat Reskrim Polres Pesawaran langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengamankan barang bukti berupa celana pendek hitam dan gelang rantai perak. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka robek pada lengan kanan korban.
Kapolsek Gedong Tataan Kompol Mulyadi Yakub, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan. “Kami telah melakukan olah TKP bersama tim Inafis dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian,” ujar Mulyadi, Selasa 7 Oktober 2025.
Mulyadi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. “Setiap informasi dari masyarakat sangat berarti untuk mempercepat proses identifikasi dan penyelidikan,” katanya. (Red)