
Pringsewu, Sinarlampung.co – Menjelang Hari Guru Nasional 2025, ada satu pertanyaan penting yang patut kita renungkan: sudahkah para pendidik anak usia dini mendapatkan panggung yang layak atas dedikasi dan inovasinya?
Jawabannya sering kali membuat hati kita miris. Di balik riuhnya wacana transformasi pendidikan, kiprah para guru PAUD—yang sejatinya menjadi arsitek pertama dalam pembentukan karakter anak bangsa—masih kerap tenggelam. Mereka mengajar dengan penuh cinta, menanamkan nilai-nilai kehidupan, membentuk kemandirian, bahkan menciptakan alat peraga sederhana dari barang bekas. Namun semua itu sering luput dari sorotan.
Di sinilah Penghargaan GTK 2025 menjadi pintu harapan. Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang apresiasi dan selebrasi atas praktik-praktik baik yang lahir dari ruang kelas PAUD di seluruh penjuru negeri.
Mengapa Pendidik PAUD Harus Ikut?
Ada empat alasan mendasar.
Pertama, penghargaan ini memberikan pengakuan nyata kepada guru yang berinovasi di tengah keterbatasan. Bukan teori, melainkan kerja senyap yang langsung menyentuh anak-anak.
Kedua, ia menjadi sarana untuk mengangkat praktik baik dalam penerapan kebijakan pendidikan transformatif—dari Merdeka Belajar hingga penguatan Profil Pelajar Pancasila. Banyak guru PAUD sebenarnya sudah melakukannya dengan cara kontekstual dan kreatif, hanya saja belum terdokumentasikan dengan baik.
Ketiga, partisipasi dalam ajang ini mendorong guru untuk terus berbenah: merefleksi, berkolaborasi, sekaligus menularkan semangat inovasi.
Keempat, yang tak kalah penting, penghargaan ini akan melahirkan repositori praktik baik yang bisa menjadi inspirasi nasional. Bayangkan jika sebuah ide sederhana dari pelosok Nusantara menginspirasi ribuan guru lain, betapa besar dampaknya bagi wajah pendidikan Indonesia.
Dukungan Jadi Kunci
Namun, keberanian guru untuk tampil tidak lahir begitu saja. Kepala sekolah, pengawas, hingga dinas pendidikan harus menjadi garda pendukung. Bantu mereka dalam mendokumentasikan karya, fasilitasi ruang berbagi, dan dorong agar praktik-praktik luar biasa itu tidak berhenti di ruang kelas.
Kepada para pendidik PAUD, inilah saatnya keluar dari bayang-bayang. Jangan ragu untuk tampil di Penghargaan GTK 2025. Apa yang Anda lakukan setiap hari—dengan penuh cinta dan kesabaran—adalah cerita transformasi yang layak didengar oleh bangsa ini.
Momentum Hari Guru Nasional
Hari Guru Nasional seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Ia harus menjadi panggilan kolektif untuk benar-benar menghargai dan mengangkat derajat pendidik. Penghargaan GTK 2025 adalah salah satu jalannya: konkret, inspiratif, dan penuh makna.
Mari bersama-sama menjadikan ajang ini sebagai ruang bagi guru PAUD untuk bersinar, berbagi inspirasi, dan mempertegas bahwa pendidikan anak usia dini adalah fondasi emas masa depan bangsa.
Selamat Hari Guru Nasional 2025. Terima kasih, para pendidik PAUD, untuk setiap tetes peluh dan cahaya yang telah kalian nyalakan di ruang-ruang kecil penuh keajaiban itu.
Oleh: Erna Trilitahati, S.Pd
Kepala TK Dharma Wanita Persatuan Sukoharjo
(Wagiman)