
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Aksi unjuk rasa ribuan massa di depan Kantor DPRD dan Pemerintah Provinsi Lampung berlangsung damai tanpa kericuhan, Senin (1/9/2025).
Harapan pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat Lampung agar aksi berjalan tertib akhirnya tercapai. Situasi yang semula dikhawatirkan memanas ternyata bisa dikendalikan.
Aksi dimulai sekitar pukul 10.58 WIB hingga 13.50 WIB. Meski suara orasi bergemuruh, tidak ada bentrokan berarti yang terjadi.
Massa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Melawan sempat melakukan long march dari sekitar Hotel Akar menuju kantor DPRD. Mereka kemudian menggelar orasi dengan membawa sepuluh tuntutan, termasuk menolak kenaikan tunjangan DPR RI.
Situasi sempat menegang saat massa mencoba merusak pagar kawat untuk masuk ke halaman kantor. Namun kondisi segera reda setelah aparat keamanan dan mahasiswa bekerja sama mencegah kericuhan.
Ketegangan benar-benar mereda ketika Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Ketua DPRD Akhmad Giri Akbar menemui massa. Hadir pula Pangdam XVI/Radin Intan Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, Kajati Lampung Danang Suryo Wibowo, tokoh masyarakat, FKUB Lampung, serta anggota DPRD provinsi.
Di hadapan ribuan pendemo, Gubernur Mirza mengapresiasi sikap tertib mahasiswa dan masyarakat. Ia menegaskan seluruh aspirasi akan disampaikan ke pemerintah pusat, khususnya Presiden.
“Terima kasih adek-adek mahasiswa telah hadir untuk menyuarakan aspirasi. Sepuluh aspirasi ini akan menjadi dorongan bagi kami untuk menyampaikan dan memperjuangkannya ke pemerintah pusat,” ujar Mirza.
Mirza juga mengaku bangga atas kepedulian mahasiswa terhadap kondisi Lampung. Ia berpesan agar provinsi tetap dijaga demi masa depan bersama.
“Silahkan sampaikan aspirasi. Tolong di jaga provinsi Lampung mulai hari ini dan masa depan,” tutupnya.
Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika turut menyampaikan belasungkawa atas kematian ojol Affan Kurniawan. Ia meminta maaf atas nama institusi dan berjanji mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan.
“Kita doakan almarhum husnul khatimah. Berikan ruang seluas-luasnya kepada tim untuk mengungkap kasus ini sehingga memenuhi rasa keadilan masyarakat,” ucap Helmy.
Sebelum membubarkan diri, massa meminta pimpinan daerah, legislatif, dan unsur Forkopimda menandatangani pernyataan sikap untuk menindaklanjuti tuntutan mereka.
Hingga pukul 16.30 WIB, lokasi demonstrasi sudah bersih. Sampah bekas aksi nyaris tidak terlihat, menandakan massa tertib dalam meninggalkan area.
Adapun sepuluh tuntutan Aliansi Lampung Melawan yang akan diteruskan ke pemerintah pusat adalah:
1. Mendesak pemerintah segera mengesahkan UU Perampasan Aset.
2. Memotong tunjangan dan gaji anggota DPR demi efisiensi dan tanggung jawab moral.
3. Meningkatkan gaji dosen dan guru di seluruh Indonesia.
4. Meminta Presiden Prabowo Subianto memecat menteri-menteri bermasalah.
5. Mendesak Presiden menekan ketua partai yang menjabat di eksekutif maupun legislatif untuk diberhentikan atau direstrukturisasi.
6. Mendorong reformasi total Polri, mengadili pelaku pembunuhan Affan Kurniawan, serta mengevaluasi kinerja Polda Lampung.
7. Menolak RKUHAP yang dinilai merugikan rakyat.
8. Menolak kebijakan efisiensi di sektor pendidikan dan kesehatan.
9. Mendesak pemerintah menghentikan penggunaan pajak rakyat untuk menindas rakyat.
10. Menuntut reformasi agraria melalui pembebasan lahan bagi petani, termasuk di Lampung. (Tama)