
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Himpunan Keluarga Marga Tengah Ranau (Hikmatra) merayakan hari jadinya yang ke-20 di Tebing Vietnam, Jalan Teuku Cik Ditiro No.89, Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung, Minggu (24/8/2025).
Suasana penuh suka cita menyelimuti perayaan tersebut. Tawa dan senyum terpancar dari wajah pengurus dan anggota yang hadir.
Acara dibuka dengan tarian khas Ranau, menghadirkan nuansa silaturahmi dan kekeluargaan yang kental di antara para perantau Ranau Tengah di Bandar Lampung.
Ketua Hikmatra, Selamat Riadi S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kekompakan seluruh keluarga besar yang ikut serta menyukseskan acara.
“Jerit payah rekan pengurus semoga mendapat pahala dari Allah. Kami juga meminta maaf jika acara tidak sesuai harapan, karena keterbatasan. Namun insyaallah acara berjalan dengan lancar dan ke depan lebih baik lagi,” ucapnya.
Selamat berharap semangat kebersamaan itu terus terjaga. Ia mengajak seluruh sanak saudara untuk memperkuat ikatan, termasuk merangkul generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budaya Ranau.
“Sekam ngilu Tulung pepuakhi jak Pekon dapok bugabung di Hikmatra (kami berharap semua saudara bisa bergabung di Hikmatra),” pesannya.
Sementara itu, tokoh pendiri Hikmatra, Drs. H. Nurhasan Zein, hadir memberikan kilas balik perjalanan organisasi ini. Ia menuturkan, Hikmatra lahir pada 2005 atas dasar kebersamaan dan semangat menjaga identitas Ranau Tengah.
“Jadi Hikmatra ji berdiri atas dasar kekeluargaan. Nyin kham Jak Ranau seinongan (supaya kita dari Ranau dapat saling kenal),” ujarnya didampingi Ketua Hikmatra, Selamat Riadi, dan tokoh pendiri lainnya, H. Ir. Supardi Arief.
Nurhasan menjelaskan, Hikmatra menjadi wadah bagi keluarga besar Ranau Tengah yang berasal dari desa-desa di Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan.
Himpunan ini sejak awal mengedepankan kegiatan sosial, kesetaraan, serta pelestarian tradisi seperti tari-tarian dan kesenian “wayak” Ranau.
“Alhamdulillah Hikmatra masih eksis sampai sekarang. Kegiatan sosial tetap berjalan, adat istiadat tetap kita lestarikan,” ujarnya.
Hikmatra pertama kali diinisiasi di kediaman Nurhasan Zein di Jalan Dr. Harun, Kotabaru, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, bersama para tokoh seperti Jaya Hasbia (ketua pertama), Santoso, Lamudin Habia, Sahropi, dan sejumlah tokoh lainnya. Kini, Nurhasan mengabdikan diri sebagai Dewan Pembina dan Penasehat.
Selama dua dekade perjalanan, kursi ketua Hikmatra telah berganti lima generasi, mulai dari Jaya Hasbia, Musannip, Dewanto, Sarwo Edi, hingga Selamat Riadi yang kini memimpin.
Sebagai ketua, Selamat menekankan pentingnya regenerasi. Menurutnya, anak muda Ranau Tengah harus mulai dilibatkan agar tidak ada kesan Hikmatra hanya milik generasi tua
“Rencana sekam pengurus, selama inji seolah milik si Tuha. Tano khepa carani kham takhek, anak muli, anak mekhanai menjadi kesatuan, wat wadah, tapi mek lepas Jak dorongan Ulun tuha,” ungkapnya.
Ia menegaskan, wadah khusus akan dibentuk bagi generasi muda, agar mereka bisa berkegiatan positif sekaligus mengenal akar budayanya sendiri.
“Selain orang tua, anak-anak muda Ranau Tengah juga harus menjadi bagian dari Hikmatra. Di sinilah kita menjaga eksistensi bersama,” tegasnya.
Perayaan dua dekade Hikmatra ini menjadi momentum penting, bukan hanya untuk bernostalgia, tetapi juga meneguhkan peran himpunan ini sebagai jembatan silaturahmi, pelestari budaya, dan ruang tumbuhnya generasi penerus Ranau Tengah di perantauan.
Sebagian informasi, adapun pengurus inti Hikmatra terdiri dari Ketua: Selamat Riadi, Wakil Ketua: Perli, Sekretaris: Samsul Bahri, Wakil Sekretaris: Dewanto, dan Bendahara: Kosasih. (Tama/Evan)