
Bandar Lampung, Sinarlampung.co – Maxim Indonesia, penyedia layanan transportasi daring, menyampaikan rasa prihatin atas insiden pembegalan yang menimpa pengemudi ojek online Maxim, Arif Mulyadi (24), warga Bandar Lampung, saat menjalankan orderan. Arif dibegal oleh penumpangnya sendiri di Lampung Tengah pada 15 September 2024.
Pihak Maxim merasa perlu menunjukkan kepedulian terhadap kejadian tersebut dan telah memberikan dukungan kepada pihak kepolisian dalam proses penyelidikan serta penangkapan pelaku pembegalan.
Maxim menyediakan bukti dukungan berupa laporan perjalanan, lokasi kejadian, dan informasi lainnya untuk membantu proses investigasi. “Kami berharap proses hukum dapat berjalan dengan baik dan korban segera mendapatkan keadilan atas kejadian ini,” tulis pihak Maxim Indonesia dalam keterangan yang diterima Sinarlampung.co melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu, 6 Oktober 2024.
Berita Sebelumnya: Pengemudi Maxim Sukaraja Dibegal Penumpang di Bandar Jaya Pelaku Ditangkap di Lampung Timur
Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap mitra pengemudi, Maxim juga bekerja sama dengan Yayasan Perlindungan Pembawa Sewa Indonesia (YPPSI) untuk memberikan perlindungan, keselamatan, dan santunan kepada pengemudi yang mengalami musibah saat bekerja. Mitra pengemudi yang ingin mengajukan santunan dapat mengunjungi kantor Maxim terdekat atau menghubungi YPPSI melalui email di info@ypssisocial.org serta melalui laman https://ypssisocial.org/.
Diberitakan sebelumnya, Arif Mulyadi (22), warga Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, menjadi korban pembegalan oleh penumpangnya sendiri. Aksi pembegalan terjadi saat korban hendak mengantar pelaku dan melintas di Jalan Poncowati, Bandar Jaya, Lampung Tengah, pada Minggu, 15 September 2024, sekitar pukul 16.00 WIB. Korban ditusuk dan handphone miliknya dirampas oleh pelaku.
Pelaku dilaporkan telah ditangkap oleh polisi di tempat persembunyiannya di Kecamatan Jabung, Lampung Timur, pada Sabtu, 21 September 2024. Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan saat proses penangkapan. (Red/*)