
Lampung Selatan, sinarlampung.co-Kritik Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Selatan (Lamsel) yang mempertanyakan soal Pendapatan Asli Daerah (PAD) parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Selatan yang hingga kini minim, diduga karena banyak kebocoran. Ironisnya penarikan parkir juga menyasar para pedagang kaki lima.

Parkir terutama di daerah pasar di Lampung Selatan termasuk di Pasar Natar, banyak dikelola oleh pemungut liar. Para petugas parkir liar itu mengantongi SK Dinas Perhubungan tahun 2023 alias sudah tidak berlaku. Namun mereka menarik parkir tidak hanya kepada pengendara yang memarkir kendaraan, tetapi juga kepada pedagang kaki lima, menggunakan tiket Parkir. Penarik di bawah Kordinator bernama Anggun, salah satu Kabid di Dishub Lampung Selatan.
“Kami sudah mendata, dan melakukan investigasi. Petugas-petugas parkir liar itu banyak juga dari preman dan aparat desa, termasuk kadus-kadus. Bekalnya SK Dinas Perhubungan tapi bodong. SK sudah mati sejak 2023 lalu. Bahkan mereka juga manarik parkir kepada para pedagang. Ada tiketnya, para pedagang mengeluh tapi tak bisa berbuat banyak,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Abdul Azis, kepada sinarlampung.co, Senin 2 Juni 2024.

Menurut Abdul Azis kebocorang PAD dari sektor parkir yang dikeluhkan dan dipertanyakan DPRD Lampung Selatan itu rasional dan masuk akal. Karena fakta-fakta yang ditemukan di lapangan harus justru melebih target, bukan devisit. “Ini bayak bocornya dan yang masuk ke kas daerah kecil. Katanya sepi sehari-hari petugas yang pungut tidak ada surat perintah tugas sah. Ini Pungli,” katanya.
Abdul Azis menjelaskan, pihaknya melihat para pedagang ditarik parkir, dan menunjukkan bukti pembayaran parkir. Ada petugas yang menarik Pungli parkir di wilayah pasar Natar bernama Dedi, Kadus Serikaton, Desa Merak Batin dan Rustam yang juga bekerja di peroyek renopasai pasar Natar ikut jadi petugas pungli parkir.
“Bagian pengumpulan dana parkir yang ada di pasar Natar lama dan yang baru bernama Sah, yang di tunjuk oleh anggota pengolah parkir yang ada di wilayah pasar Natar bernama Baheram yang di beri mandat oleh kordinator parkir bernama Anggun,” katanya.
Sebelumnya, DPRD Lampung Selatan mempertanyakan realisasi PAD dari Parkir. “Mengapa realisasinya tidak tercapai. Padahal, targetnya kecil sekali hanya Rp240 juta,” kata Anggota Pansus DPRD Lampung Selatan, Imam Subkhi, Jumat, 19 April 2024 lalu.
Ketua Pansus DPRD Lampung Selatan, Akyas menyebut PAD parkir di Dinas Perhubungan Lampun Selatan kecil sekali. Kalah dengan Kabupaten Pesawaran. Selain itu, pendapatan dari lampu penerangan jalan dari tahun ke tahun tidak ada realisasinya.
“Kalau memang pihak ketiga tidak sanggup, ganti saja. Sedangkan, lampu penerangan jalan di wilayah Lampung Selatan, terutama di Kecamatan Natar, kalau malam gelap gulita. Begitu juga dengan jalan lintas pun gelap kalau di malam hari,” katanya.
Anggota Pansus DPRD Lampung Selatan lainya, Hamdani, mengaku bahwa di wilayah Kecamatan Tanjungsari pun gelap. Tidak ada lampu penerangan jalan. Padahal, Kecamatan Tanjungsari rawan begal dan kecelakaan.
Menanggapi itu, Kepala Dinas Perhubungan Lampun Selatan, Harrizon, menyatakan lokasi parkir yang di bawah pengelolaan dinasnya hanya yang di pasar dan bahu jalan. Selebihnya, dikelola Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD).
Sedangkan perbaikan lampu penerangan jalan yang banyak rusak saat dirinya menjabat, dan sudah habis anggarannya. Untuk lokasi parkir hanya ada tujuh titik meliputi Kecamatan Bakauheni, Kalianda, Way Panji, Sidomulyo, Katibung, Jatiagung, dan Natar.
“Untuk perbaikan lampu jalan di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) terkendala kendaraan hanya mampu pada ketinggian 8 meter. Sedangkan, tiang lampu jalan mencapai 12 meter,” ujarnya.
Dia menambahkan untuk target PAD dari pengelolaan parkir Rp240 juta dan terealisasi Rp224 juta. Hal itu karena PAD parkir di Pasar Natar tidak dapat terealisasi dengan baik. “PAD parkir di Pasar Natar tidak terealisasi dengan baik. Sebab, kini pasar tersebut tengah dalam perbaikan,” ujar Harrizon. (Red)