
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Empat bandar narkoba jaringan International yang kabur dari sel Polda Lampung hingga kini belum tertangkap. Padahal jajarn Polda Lampung telah melakukan rajia kendaraan umum, namun belum juga mendapat petunjuk keberadaan 4 tahanan narkoba yang melarikan diri. Kini, Bid Propam Polda Lampung kini menahan enam anggota Polda Lampung termasuk satu diantaranya perwira menengah dan para petugas jaga tahanan.
Baca: Pengamat Hukum Pidana Trisakti: Polisi Harus Tangkap 4 Tahanan Yang Kabur Sekalipun ke Lubang Semut
Baca: Empat Gembong Narkoba Kabur BNM-RI Minta Kapolri Evaluasi Polda Lampung
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadilah Astutik hingga kini pihaknya masih melakukan pengejaran, dan hingga Senin 11 Desember 2023, pihaknya belum berhasil mendapatkan petunjuk keberadaan para tahanan. “Belum ada petunjuk, mohon bersabar. Kini ada enam anggota termasuk satu pamen sudah dilakukan tempat khusus dan akan menjalani siding etik,” kata Umi Fadilah Astutik, Senin 11 Desember 2023.
Umi menjelaskan hingga kini jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, masih melakukan pengejaran terhadap empat tahanan yang kesemuanya warga asal Aceh itu. “Untuk penyebab kaburnya empat tahanan tersebut belum bisa disimpulkan. Yang pasti ada kelalaian petugas. Dan mereka (para anggota Polri,Red) yang terlibat akan dijatuhkan sanksi secara internal,” kata Umi.
Empat tahanan narkoba itu kabur melalui jeruji kamar mandi dari sel 7 Polda Lampung. Hal itu dipastikan setelah melihat rekaman CCTV. Saat kejadian petugas pada malam itu melakukan penjagaan seperti biasa sesuai ketentuan kedinasan. “Pengamanan di Polda Lampung seperti biasa, petugas piket khusus tahanan melakukan penjagaan ketat layaknya menjalani tugas sehari-hari,” beber Umi.
Diketahui, 4 tahanan yang kabur dari Rutan Direktorat Tahti Polda Lampung pada pukul 03.00 WIB, Rabu, 6 Desember kemarin. Mereka melarikan diri dengan memotong jeruji jendela kamar mandi.
Selain penjaga tahanan, polisi juga memeriksa 15 tahanan lainnya yang berada 1 kamar di sel 7 dengan 4 tahanan. Menurutnya, 1 kamar tahanan itu ditempati 19 tahanan termasuk yang kabur. Ke empat tahanan itu diketahui merupakan kurir narkoba asal Aceh yang ditankap di Pelabuhan Bakauheni.
Dirresknarkoba Polda Lampung, Kombes Pol Erlin Tangjaya menyebutkan bahwa ke empat tahanan yang kabur itu berasal dari jaringan yang berbeda. Mereka adalah tahanan M Nasir bin Abdullah dan Muslim bin Abu Bakar ditangkap membawa 30 Kg. Kemudian Maulana bin M Husin ditangkap membawa sabu seberat 5 kg.
Sementara itu tahanan Asnawi bin Husin ditangkap pada bulan lalu dengan barang bukti 58 kg sabu. Diduga berasal dari jaringan internasional karena menggunakan kemasan dengan tulisan Thailand. “Mereka berasal dari Aceh dan semuanya ditangkap di Pelabuhan Bakauheni,” kata Dirnarkoba. (Red)