
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menetapkan komika Aulia Rakhman (33) alias AR sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Komika AR didugal melakukan penodaan agama melalui materi stand up comedy-nya dalam acara “Desak Anies Baswedan” pada Kamis 7 Desember 2023.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadillah Astutik membenarkan komika AR itu ditetapkan sebagai tersangka. “Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan, tubuh saksi dan lima ahli, dinyatakan komika berinisial AR itu diduga melakukan penistaan agama,” kata Umi, Minggu 10 Desember 2023.
Menurut Umi tersangka AR saat ini ditetapkan untuk ditahan di Mapolda Lampung untuk diproses lebih lanjut. Berdasarkan hasil penyelidikan, kasus yang dilaporkan oleh tiga orang ini berawal saat tersangka AR menerima tawaran mengisi stand up comedy pada acara “Desak Anies Baswedan” di Kafe Bento, Kecamatan Sukarame.
AR yang saat itu dihubungi oleh Farhan ditawari honor sebesar Rp1 juta untuk penampilannya dalam acara itu. Pada hari kejadian, AR lalu menyampaikan materi stand up comedy-nya itu. Salah satu isi materi yang dilaporkan sebagai penistaan agama yaitu tentang nama Muhammad. “Coba lu cek di penjara ya, ada berapa nama Muhammad, kayak penting aja nama muhammad itu sekarang ya, udah dipenjara semua,” kutipan materi stand up comedy ini terekam dalam video YouTube acara “Desak Anies” yang berdurasi 2 jam dan 2 menit.
Tersangka AR dijerat Pasal 156 huruf a KUHP tentang penodaan agama subsider Pasal 156 KUHP tentang ujaran kebencian terhadap suatu golongan.
Sementara Aulia Rakhman, mengeluarkan permintaan maaf setelah pertunjukan kontroversialnya. Aulia menjadi viral setelah materi stand-up comedy yang dibawakannya dianggap merendahkan Nabi Muhammad SAW. Dalam menghadapi berbagai kritik dan hujatan dari masyarakat, Aulia menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya, @auliarakhman90.
Dalam permintaan maaf yang dia sampaikan pada Jumat, 8 Desember 2023, Aulia mengakui bahwa candaannya tidak bermaksud untuk menghina Nabi Muhammad. “Saya ingin mengklarifikasi dan memohon maaf atas video yang beredar baru-baru ini terkait materi dalam acara Desak Anies,” ucap Aulia.
“Di materi tersebut saya sama sekali tidak bermaksud menyindir nama Nabi Muhammad SAW, saya hanya bermaksud menyindir orang yang sekarang ini banyak memiliki nama Muhammad, cuma beberapa di antara mereka kelakuannya tidak mencerminkan arti dari nama tersebut” lanjutnya.
Aulia menyatakan penyesalannya dan mengajukan permintaan maaf kepada seluruh umat muslim. “Sekali lagi saya menyesali perbuatan saya, saya mohon maaf kepada seluruh Umat Islam saya, sama sekali enggak bermasud menghina Nabi Muhammad atau menista agama, saya mohon maaf kepada semua yang mencintai Nabi Muhammad,” ucapnya.
Pernyataan Aulia Viral
Dalam acara yang berjudul ‘Desak Anies’, Aulia memberikan materi yang mencakup pembahasan mengenai nama. Awalnya, Aulia berbicara tentang namanya sendiri, namun kemudian secara tidak langsung menyentuh isu terkait nama Muhammad. “Sebernya arti nama Aulia itu bagus ya, berarti sahabat, dicintai cuman sekang ini apalah arti nama kayak penting aja,” ucap Aulia.
“Coba lo cek penjara, ada berapa yang namanya Muhammad di penjara, kayak penting aja nama Muhammad sekarang ya,” lanjutnya. (Red)