
Bandar Lampung (SL)-Diduga tidak senang karena suara berisik dirumah tetangganya, oknum ASN DInas Perikanan berinisal M, warga Jalan Harimau 5 RT 04, Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, mengamuk dan menodongkan senjata api kepada F buruh rangka baja, tetangga sebelah rumah, Sabtu 24 September 2022 sekira pukul 21.45 WIB lalu.
Aksi mengacungkan senjata api sempat membuat warga sekitar berkerumun hingga mengundang kedatangan Babinkantibmas dan Babinsa yang kemudian meredam. Bahkan puluhan aparat kepolisian menggunakan mobil partoli dan beberapa motor mendatangi lokasi, dan membawa M dan F, bersama saksi lain, Budi, Bowo dan Yedi, ke Polsek Kedaton.
Budi, saksi mata yang berada dilokasi kejadian mengatakan bahwa keributan berawal ketika istri M oknum PNS ini menegur sejumlah warga yang sedang ngobrol depan rumahnya, yang kebetulan bersebelahan dengan rumah F. Diduga tidak puas menegur, istrinya masuk kerumah dan mengadu kepada M suaminya.
Sejurus kemudian, M keluar rumah sambil menenteng senjata api dan mengacungkan kearah F. “Malam itu kami lagi ngobrol dan ditegur istrinya sambil marah marah. Bos saya minta maaf karena kami lagi ngebagi gaji habis kerja pasang rangka baja. Tapi istrinya tetap saja marah sambil masuk rumah. Tau tau suaminya keluar rumah langsung mengacungkan senjata api akan menembak bos saya. Karena terancam, bos saya masuk rumah ngambil samurai,” ujar Budi.
Melihat bosnya membawa samurai, Budi langsung memegang tubuhnya untuk menghentikan pertikaian. Sementara oknum PNS itu masih saja mengancam akan menembak F seraya membuktikan jika senjatanya sudah siap meletus. “Saya berusah ngamanin bos. Sementara oknum itu malah mengancam akan menembak dengan mengokang pistolnya sampai berbunyi krekk,” kata Budi.
Saat tiba di Polsek, kata Budi, dia dan dua temannya tidak dimintai keterangan terkait kronologis kejadian penodongan senpi oleh oknum PNS tersebut. “Kami tidak diperiksa, cuma M aja yang diperiksa di dalam. Malam itu ada Kapolseknya juga dan mengatakan ke F yang datang kalau pistol itu pistol mainan, tapi tidak memperlihatkan pistol tersebut,” kata Budi.
Budi mengaku heran pengancaman dengan senjata api, tapi Kapolsek bilang itu pistol mainan. “Kami tidak yakin kalau itu pistol mainan, soalnya waktu akan menembak F, M sempat mengokangnya dan berbunyi krek. Dan saat polisi ramai datang, pistol itu langsung dibuangnya ke samping rumah. Tapi akhirnya diambil dan dibawa polisi begitu juga dengan samurai F,” jelas Budi.
Hal yang sama diungkapkan Bowo, saksi yang juga ada dilokasi kejadian. Bahkan menurut Bowo, kejadian tersebut bukan merupakan kejadian yang pertama kali. “Kalau nodong pistol itu bukan kali ini saja, sebelumnya saya sendiri juga pernah ribut dan di todong sama pistol,” kata Bowo.
Budi dan Bowo, menyebut aksi oknum ASN todongkan senpi itu sudah berulang kali. “Sudah lebih dari dua kali. Dia itu membawa pistol kalau ribut sudah tiga kali sama ini. Orangnya arogan dan kasar,” kata Bowo diamini Budi.
Kasusnya kini ditangani Polsek Kedaton. Belum ada keterangan resmi dari Polsek Kedaton terkait kasus tersebut. (Red)