Arinal juga meminta agar KONI mengevaluasi para pengurus serta cabang olahraga (cabor). Sehingga diharapkan KONI bebas dari korupsi dan mampu membangkitkan olahraga Lampung. “Pemerintah Provinsi Lampung sudah menjadi contoh daerah percontohan KPK. Masa KONI enggak,” tegasnya. Selain itu, gubernur juga minta pelatih untuk melaporkan kepadanya jika ada dana yang tak tersalurkan untuk cabor.
Diketahui, sejumlah pengurus KONI Lampung, cabor dan pelatih diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terkait dana hibah sebesar Rp29 miliar. Hingga saat ini Kejati telah memanggil puluhan saksi terkait dugaan korupsi dana hibah KONI tahun anggaran 2020. (Red/Rls)



