
Lampung Timur (SL) – Angin puting beliung menghantam belasan rumah warga di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Selasa 7 September 2021 pagi pukul 04.00 WIB. Akibatnya sekitar 13 rumah mengalami rusak ringan dan berat serta atap sekolah SDN 4 Margasari berterbangan.
Kepala Desa Margasari, Wahyu Jaya ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa angin puting beliung menerjang Desanya.
”Benar mas, ada tiga dusun yang dilewati, Dusun 7, 10 dan 12. Ada sekitar 12 rumah rusak ringan, dua rusak berat serta satu sekolah rusak ringan,” katanya.
Menurut Wahyu, hingga kini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Peristiwa itu membuat warga mengalami trauma. Sebagaian warga ada yang memilih mengungsi ke rumah tetangga atau kerabatnya yang lain.
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lamtim Ketut Budiase melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik menyebutkan, bencana angin puting beliung itu menyerang Dusun VII dan IX Desa Margasari pukul 04.00 WIB.
“Tidak ada korban jiwa atas kejadian itu, namun belasan rumah dan 1 gedung SDN mengalami kerusakan pada bagian atap,” kata Mujianto.
Saat ini, kata dia, petugas BPBD bersama Forkopimcam dan pamong desa sedang melakukan pendataan kerusakan akibat bencana tersebut.
“Dari pendataan itu, BPBD berencana menyalurkan bantuan asbes,” ujar Mujianto.
Camat Labuhan Maringgai Indrawati melalui Sekretaris Kecamatan Agustinus Tri Handoko menyebutkan berdasarkan data sementara, bencana itu mengakibatkan 7 rumah dan 1 SD di Dusun VII mengalami kerusakan. Rinciannya, 5 rumah rusak ringan, 2 rusak berat, dan SD mengalami kerusakan ringan.
Kemudian, di Dusun IX, 1 rumah rusak berat dan 5 rusak ringan.
“Saat ini, Camat bersama Forkopimcam dan BPBD masih meninjau lokasi kejadian,” kata Agustinus.
Hujan Badan Rusak 93 Rumah di Abung Timur
Hujan deras dan angin kencang jugq menerjang rumah warga di tiga desa di Kecamatan Abung Timur Lampung Utara, Senin 6 September 2021 sekitar pukul 13.30 WIB. Akibatnya, 93 rumah warga setempat tercatat mengalami kerusakan.
Bencana alam itu terjadi di Desa Pungguk Lama yang menghantam sedikitnya 30 rumah warga setempat hingga mengalami kerusakan. Bencana serupa juga terjadi di Desa Banjaragung yang memorak-porandakan 32 rumah, dan di Desa Pungguk Jaya, sebanyak 31 rumah juga mengalami nasib yang sama.
Hamka, salah satu warga Dusun II Desa Pungguk Lama mengatakan, kerusakan rumah yang dialami 30 warga tersebut, sebagian besar terjadi pada bagian atap yang diterbangkan angin disertai badai.
Meski tidak ada korban jiwa namun warga mengalami kerugian yang belum bisa ditaksir jumlahnya. ”Angin kencang dan hujan itu merusakkan sekitar 30 rumah warga. Ada yang rusak berat, tetapi hampir semuanya yang rusak bagian atapnya,” katanya Selasa, 7 September 2021.
Selain merusak sejumlah rumah warga, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon besar. Akibatnya, beberapa ruas jalan menuju desa yang terkena bencana mengalami gangguan.
Camat Abung Timur Muad membenarkan adanya peristiwa angin kencang disertai hujan lebat yang membuat puluhan rumah mengalami kerusakan sedang dan berat.
Ia mengatakan, berdasarkan data di lapangan, rumah warga di Desa Banjar Agung mengalami kerusakan sebanyak 32 rumah, sedangkan di Desa Pungguk Jaya sebanyak 31 rumah.
Kendati tidak ada korban jiwa, warga mengalami kerugian cukup besar atas musibah itu. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) untuk membantu mengevakuasi warga.
Kepala BPBD Lampung Utara Nozi mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi tentang peristiwa tersebut. Dan tim reaksi cepat (TRC) BPBD segera turun ke lokasi kejadian guna mendata dan memberikan bantuan sembako kepada warga yang tertimpa musibah. ”Hari ini tim TRC BPBD turun ke lokasi kejadian guna melakukan pendataan dan memberikan bantuan sembako,” katanya. (Red)