
Manokwari (SL)-Operasi pencarian 11 orang pendulang emas yang dikabarkan hilang sejak Minggu 24 Januari 2021. Pencarian warga yang hilang saat pulang dari lokasi dulang hulu kali Kasih Sidey SP 10 Manokwari, melibatkan Personil TNI/Polri bersama SAR kini masuk hari ke lima, sejak pencarian awal Minggu 29 Januari 2021. Upaya penyisiran hingga Selasa 2 Februari 2021 belum membuahkan hasil.
Di hari ke dua pencarian, tim melaporkan hasil nihil melalui HP Satelit di sekitar daerah Waramui. Mereka terdiri dari 17 personil SAR, 10 personil Bataliyon Infantri/KA Warmare, 3 personil Koramil, 2 personil Polsek Masni. Ikut terlibat pula Kepala Distrik Masni, 3 personil RAPI, 4 kerabat korban dan 5 warga lokal.
Kondisi hutan yang terjal diselimuti kabut, menjadi tantangan dalam upaya pencarian. Belum lagi mereka harus melewati sungai dengan arus yang cukup deras. Di hari ke tiga, Kepala Kantor SAR Manokwari, George L.M Randang, S.IP.M.A.P bersama 4 personilnya mengantar bahan logistik ke kampung Manggupi, pukul 14.25 WIT.
Selang dua jam kemudian, operasi pencarian dihentikan pukul 16.10 WIT. Pencarian hari ke empat, Senin (1/2/2021) dimulai pukul 08.00 WIT. Tim melakukan perjalanan ulang menuju Waramui drngan koordinat *00° 57’03.10″S / 133° 31’56.52″E*.
Sama dengan sebelumnya, hasil pencarian masih nihil. “Selasa hari ini, tim direncanakan berjalan kaki menuju lokasi tambang hulu Kali Kasih,” singkat Kakansar Manokwari melalui rilis tertulis. Sebanyak 15 personil tim SAR gabungan, Selasa pagi pukul 08.30 WIT kembali berjalan kaki menuju lokasi tambang titik koordinat *1°1’59.84″S/133°31’59″E*.
Tim SAR Gabungan didukung peralatan 2 HP Satelit, 2 HT, 1 tenda pleton, 1 set Palsar Evakuasi, 1 tas medis dan 1 set APD COVID-19.
Pencarian 11 orang dilaporkan hilang saat pulang dari lokasi dulang di Hulu Kali Kasi Sp.10, Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Dari informasi yang diterima, 6 orang diantaranya dikabarkan dalam kondisi sakit. Mereka diduga tersesat di dalam hutan dan hingga kini belum ditemukan.
Kepala Basarnas Manokwari, George Mercy Randang, mengatakan pihaknya menerima laporan bahwa 11 orang pendulang emas hilang pada Minggu 24 Januari 2021 sekitar pukul 20.00 WIT. “Kami terima laporan dari kerabat korban bernama Tineke pada Jumat (29/1). Mereka melaporkan peristiwa ke Basarnas 07.05 WIT. Dari laporan korban, 11 pendulang tersesat di Kali Hulu Kasih di Manokwari,” kata Mercy kepada media 29 Januari 2020.
Menurut Mercy setelah menerima laporan adanya orang hilang tim gabungan baik Basarnas, TNI, dan anggota Polsek mencari korban. “Ada 19 orang personel. Dengan peralatan baik, Rescue Car, satu unit truk, dan peralatan medis. Terjun ke lapangan mencari korban hilang. Kita berdoa mereka segera dapat ditemukan,” katanya.
Kemudian, ia mengatakan bahwa lokasi kejadian terjadi di Hulu Sungai Kali Kasih SP 10 Sidey di titik Koordinat 0°50’25.13″S 133°28’23.33″E Jarak*: 58.84 KM Heading 278.75° menuju lokasi itu dengan jarak tempuh 4 Jam.
Berdasarkan kronologis, 11 orang dalam rombongan pendulang hendak pulang dari lokasi dulang hulu Kali Kasih ke Manokwari. Namun korban tidak mampu untuk pulang dikarenakan 6 orang di antaranya sakit dan diperkirakan tersesat karena hingga saat ini belum tiba.
“Komunikasi terakhir salah satu korban menghubungi keluarga pada memohon minta bantuan 28 Januari pukul 14.40 WIT. Namun kini belum ditemukan harapan bisa dapat ditemukan,”ungkapnya.