
Pesawaran (SL)-Oknum Kepala Desa Kedondong diduga sunat anggaran gaji atau penghasilan tetap (Siltap) Perangkat Desa hampir 50% dengan dalih untuk upeti Camat dan pajak PPH dan PPN. Padahal sesuai keputusan presiden Siltap perangkat desa itu diatas Rp2 juta perbulannya, namun hanya diterima perangkat desa yang dibayar pertriwulan itu hanya Rp1 juta perbulan.
Menurut sumber salah satu kepala dusun (Kadus) Desa Kedondong menyebutkan Pemotongan ini sudah terjadi selama satu tahun belakangan. “Saya tidak tahu apakah itu semua aparatur desa di potong atau enggaknya, yang jelas kalau untuk punya saya, itu setiap pencairan saya dipotong sebesar Rp2 juta rupiah dengan alasan untuk PPN PPh dan memberi camat,” kata Kadus yang minta namanya di sembunyikan.
Sumber menyatakan hal ini adalah bentuk penyalahgunaan wewenang Kepala Desa mereka bernama M Padli, Pasalnya, selama satu tahun Siltap aparatur Desa Kedondong dibayarkan tak sesuai dengan keputusan presiden yang menyatakan gaji perangkat desa itu diatas Rp 2 juta per bulannya. “Jujur dalam hati kecil saya bertanya apa iya Camat yang nyata-nyata sudah ada kesejahteraan masih ingin merongrong kami yang hanya perangkat desa,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa setiap pencairan pertriwulan, dipotang Rp2 juta, dengan dalih yang Rp1 juta itu di pinjam oleh kepala desa dan yang Rp1 juta lagi untuk memberi camat dan PPN PPh, “Kalau memang benar camat meminta jatah dari kami para perangkat desa, jujur kami sangat merasa keberatan,” ujarnya,
“karena itu adalah hak kami, sehingga hal itu cukup memberatkan. Apalagi di tengah pendemi covid-19 tahun ini kami hanya mengandalkan dari gaji insentif tersebut, karena tidak adanya usaha yang lain, untuk menopang kehidupan kami sehari-hari,” ucapnya kesal.
Karena itu, lanjutnya mereka aparat Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, meminta agar pemerintah daerah (Pemda) Pesawaran bisa menyikapi atas adanya dugaan pemotongan Siltap tersebut. Karena jika dibiarkan kepala desa akan berbuat sewenang-wenang terhadap mereka selaku perangkat desa.
Saat dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Desa Kedondong, M Fadli sedang tidak berada di kantor. Menurut keterangan Sekdes, Ijal, bahwa kepala desa sedang ada rapat atau kumpulan dengan Apdesi Kecamatan Kedondong. (Udin)