
Bandar Lampung (SL)-Gubernur Lampung Arinal Djunaidi segera melakukan penataaan program pembangunan tahun 2020. Selain menggandeng Kementerian, Gubernur juga memastikan akan melakukan evaluasi seluruh satuan kerja, hingga menertibkan aktivitas “nakal” yang ada. Arinal berharap juga mendapatkan dukungan informasi temuan wartawan yang banyak beraktifitas di lapangan.
Baca: Gubernur Paparkan Program Prioritas 2020 Hasil Kordinasi Dengan Kementerian Kepada Wartawan
“Tekad utama kita bagaimana membangun Lampung tanpa ketergantungan APBD. Kita sudah jalin komunikasi dengan beberapa kementerian, yang sudah bersedia membangun berbaigai sektor di Lampung. Mulai dari insfrastruktur jalan, devisit listrik, embarkasi haji, hingga pertanian, perkebunan, dan wisata terpadu,” kata Arinal Djunaidi, dihadapan wartawan.
Didampingi Kepala Bappeda, dan Dinas Koominfo, Arinal mengharapkan ada harmonisasi komunikatif Pemerintah Provinsi Lampung dengan media pers untuk menjadi pintu utama penyampaian informasi pembangunan Lampung. “Semua Program akan disesuaikan dengan potensi wilayah kabupaten kota, di Lampung. Kita akan lihat potensi daerah, dan komitmen para kepala daerah di Lampung,” kata Arinal.
Arinal memaparkan beberapa hasil pertemuan dengan Kementerian dengan berbagai progres. Misalnya dengan Kementerian Pertanian. Lampung akan membangun setra Bawang Merah dan Putih, memperbaiki kualitas tanaman unggulan Lampung pada benih Lada, Kopi, Coklat, dan Peternakan Sapi, semua dari APBN.
Kemudian dengan Kementerian ESDM RI Bidang Energi, Provinsi Lampung mengalami defisit listrik sebesar +350-400 MW, untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menjalin kerjasama dengan Bukit Asam membangun PLTU. Untuk itu diusulkan masuk dalam RUPTL Kementcrian ESDM.
Menteri ESDM diupayakan dapat membantu menyelesaikan persoalan bagi hasil Blok Migas antara Lampung dan DKI Jakarta dengan proporsi bagi hasil 60 : 40 mengingat Lampung memillki cadangan potensi migas yang lebih besar. Kemudian menyelesaikan persoalan kesepakatan perjanjian jual beli tenaga listrik dengan PLN antara lain – Lampung Hydro Energy, Star Energy dan Energy Hydro Investama (Lampung Barat), – Semuong Hydro Encrgy dan Ercora Energy BSW (Tanggamus).
Dalam pengembangan energi alternatiF, perlu dirintis pemantaatan lahan pertanian dan areal irigasi untuk di programkan Energi Solar Panel serta dikembangkan PLTMH, mengingat di Lampung banyak memiliki potensi power hydro scbesar + 78,18 MW 4.
Pada program meningkatkan literasi dan layanan perpustakaan desa, digitalisasi administrasi desa dan e-participation, yang pada tahun 2019 telah dilakukan pembahasan tentang persiopan pelaksanaan Smart Village dan penetapan desa Pilot Project tahun 2020 antara Bappeda, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kominfo dan Dinas Perpustakoun Daerah serto PT. Telkorm PROGRES.
“Bersama Bukit Asam kita akan membangun Listrik Mandiri 600 Megawatt lebih. Di tahun 2020 ini juga dilakukan penetapan lokasi sasaran Pilot Project Smart Village sebanyak 30 desa pada 13 Kabupaten, pelatihan atau bimbingan teknis kepada tenaga operator dan aparatur desa, bantuan sarana prasarana peralatan computer sebanyak 30 unit,” katanya.
Prioritas Pembangunan lain, adalah Kawasan Wisata terinteraksi Bakauheni Lampung Selatan, Kartu Petani Berjaya Maret 2020, kelanjutan Spot Center (Itera) 50 hektar, “Kota Baru akan kita lanjutan saat sedang mereviu master Plan. Pengelolaan listrik tenaga sampah dari sampah laut yang sekarang dikeruk dengan kapal. Jalur Kereta Api masuk Bandara dan Bakauheni, yang sudah masuk renstra Menhub. Termasuk exis tol ke Teluk, perbaikan Jalan Padang Cermin Simpang Kiluan, Kota Agung, dan Jalan Lingkar Barat di kemiling,” kata Arinal.
Arinal menambahkan Pemerintah Pusat menyebutkan bahwa Provinsi Lampung menjadi lokomotif Pertanian Indonesia untuk wilayah Sumatera. “Soal lain lain, Pupuk, Pajak, juga sedang akan kita tata perbaiki kelolanya. Semua bertahap, kita akan evaluasi dan perbaiki untuk kemajuan Lampung berjaya,” katanya. (Juniardi)