
Tanggamus (SL)-Sisir perairan Laut Tanggamus mencari jenazah WNA China yang tenggelam di perairan Pulau Sangiang, Provinsi Banten, hingga ke Pulau Tabuan, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Kamis (14/11). Tim Gabungan Dirpolair Polda Lampung diperkuat TNI AL, Syahbandar, dan nelayan, malah temukan Nelayan tewas di atas perahu.
Nelayan tersebut bernama Ade Heri (48), warga Pekon Tegineneng, Kecamatan Limau, terbujur kaku di atas perahu. yang diduga tewas karena sakit. Ketua Tim Polres Tanggamus Ipda Sukarjo mengatakan, bahwa tim gabungan menggunakan 3 kapal milik Polair, Syahbandar dan nelayan. “Tim gabungan melakukan penyisiran dimulai dari Dermaga II Pelabuhan Kotaagung,” kata Ipda Sukarjo.
Menurut Kanit Dalmas Sat Sabhara Polres Tanggamus itu, hingga berakhirnya penyisiran dari wilayah Timur, Barat hingga ke Pulau Tabuan, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda mayat penyelam WNA tersebut. Namun, lanjutnya bahwa berdasarkan komunikasi bahwa Polsek Limau dibantu warga, menemukan jenazah nelayan yang meninggal diatas perahu diduga mengalami sakit.
“Hasil penyisiran, tidak ditemukan tanda-tanda jenazah penyelam WNA tersebut. Tetapi di wilayah hukum Polsek Limau sekitar pukul 14.30 WIB, ada temuan mayat diatas perahu. Silahkan berkoordinasi dengan Kapolsek Limau,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, tujuh wisatawan Warga Negara China melakukan penyelaman di perairan Pulau Sangiang pada Minggu, 3 November 2019. Mereka berangkat dari Pantai Mabak sekitar pukul 13.30 WIB. Kemudian mereka sampai di perairan Pulau Sangiang sekitar pukul 13.45 WIB dan langsung melakukan penyelaman.
Penyelam dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama muncul ke permukaan laut sekitar pukul 14.45 WIB. Tim kedua sempat muncul kemudian masuk ke air lagi dan tidak muncul kembali. Dugaan sementara, turis asal China itu terseret arus bawah laut.
Mereka yang hilang bernama namanya Tan Xue Tao (L) dari PT Wuling Motor, Tian Yu (L) dari PT China-lndonesia. Kemudian Wang Bing Yang (L), dari PT Morowali Industry Aico. Diperkirakan dari 3 penyelam WNA tersebut, adalah sosok mayat yang ditemukan oleh warga di pantai Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat pada Senin (11/11/2019) sekira pukul 06.15 WIB.
Namun kepastian identitas oleh Tim Disaster Victims Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati masih menunggu data antemortem (sebelum kematian) dari pihak keluarga sehingga belum teridentifikasi karena data antemortem pembanding belum lengkap. (red)