
Pesawaran (SL)-Organisasi Masyarakat BPDI melaporkan Proyek Onderlag Jalan Infrastruktur Pertanian (Jitut) APBD Pesawaran 2019, yang diduga bermasalah, ke Polres Pesawaran. Ormas menemukan banyak penyimpangan pada pelaksanaan prayek Rp180 juta tersebut.
Ketua Organisasi Massa (Ormas) BPDI, Febriansyah menyatakan Proyek Jitut atau Jalan Onderlag Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran dari APBD tahun 2019, diduga kuat bermasalah dan dalam pelaksanaannya terkesan asal jadi. Karena itu dilaporkan secara tertulis ke Polres Pesawaran.
“Kami berharap dugaan penyimpangan tersebut, dapat segera ditindaklanjuti. Dan kita berharap Penyidik Polres Pesawaran bekerja profesional, sehingga dugaan penyimpangan Anggaran Proyek Jitut dapat terungkap,” katanya.
Ormas BPDI juga, telah menyiapkan tembusan ke Polda Lampung, Kejati Lampung, Kejari Lamsel, Ketua DPRD dan Bupati Kabupaten Pesawaran, serta Kepala Dinas Pertanian Pesawaran sebagai penanggungjawab Proyek Jalan Onderlag tersebut.
Bila setiap Penggunaan Anggaran tidak sesuai dalam pelaksanaannya, di biarkan begitu saja oleh Penanggungjawab Dinas terkait, bagaimana masyarakat memperoleh manfaat jalan yang maksimal. “Jelas dalam ketentuan Undang-Undang, Dinas tidak diperbolehkan terlibat langsung dalam Pekerjaan Proyek apapun,” ungkap Febriansyah.
Sementara diakui Toni, salah seorang Pelaksana Lapangan proyek tersebut menyatakan nilai Proyek itu hanya Rp180 juta. “Pekerjaan ini nilainya Rp. 180.000.000,- hanya PL kerjaan kecil,” jelasnya.
Terpisah. Hermanto PPTK Dinas Pertanian, berjanji tidak akan mencairkan Anggaran sebelum Pelaksana Proyek membongkar ulang dan memperbaiki pekerjaan yang tidak sesuai. “Kita tidak akan proses PHO rekanan, bila tidak mau membenahi pekerjaan yang amburadul, serta tiga gorong-gorong yang diduga belum rampung,” jelasnya baru-baru ini.
Kanit Tipikor Polres Pesawaran, Ipda Muhammad Nufi, langsung menerima berkas laporan dugaan Penyimpangan Proyek Jalan Onderlag Jitut Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran. Menurutnya, pihaknya akan berkordinasi terlebih dahulu kepada atasan, “Harap bersabar kita juga akan melakukan cek lapangan, untuk memastikan kondisi fisik sebenarnya. Kita akan panggil Dinas terkait dan pihak Pelaksana untuk kita mintai keterangan lebih lanjut,” pungkasnya. (joe/red)