
Ogan Kometing Ilir (SL)-Kurang dari 48 jam tim gabungan Polda Sumatera Selatan serta Polres Ogan Komering Ilir (OKI) mengungkap kasus pembunuhan calon pendeta antik asal Nias, Melinda Zidemi (24), yang ditemukan tewas setengah bugil di areal PT Sawit Mas Persada, di Divisi III Blok F19, Sungai Baung, Bukit Batu, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Melinda menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan. Dua pelaku juga menyekap bocah 9 yang bersama korban, Selasa (26/3/2019).

BACA : Calon Pendeta Cantik Ditemukan Tewas di Kebun Sawit PT Sawit Mas Persada
Identitas pelaku terungkap setelah petugas memeriksa lima saksi termasuk NP (9) yang berhasil selamat dari insiden pembunuhan tersebut. Dari keterangan saksi, muncul dugaan pelaku berinisial H dan N. Kepastian itu sempat dibantah oleh keduanya. Keduanya Dua pelaku pemerkosaan serta pembunuhan wanita muda calon pendeta asal Nias di Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan. itu adalah buruh pabrik sawit Hendri dan Nang.
Hendri dan Nang sempat menyangkal telah menghilangkan nyawa korban. Namun, ada saksi lain yang rupanya melihat H dan N berada di lokasi kejadian saat nyawa MZ dihabisi. Mereka tak bisa lagi berkutik dan langsung diamankan petugas di kawasan Air Sugihan, Kabupaten OKI, pada Rabu (27/3/2019) malam.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dua pelaku pembunuhan MZ saat ini masih diperiksa secara intensif oleh petugas. Keduanya ditangkap setelah lebih dulu pihak penyidik melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Dari keterangan saksi tersebut, petugas akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku di kawasan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. “Iya alhamdulillah belum sampai 48 jam tim dari Polda Sumsel, Polres OKI, dan polsek sudah bisa menangkap pelaku inisial H dan N. Besok setelah bukti dan tersangka merapat ke Polda, kami akan rilis sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Zulkarnain, Kamis (28/3/2019).
Kapolres Ogan Komering Ilir (OKI) AKBP Doni Eka Saputra menambahkan, dari hasil pemeriksaan awal, dua pelaku tega membunuh korban karena menaruh kebencian kepada MZ. Namun, kebencian yang dimaksud belum bisa dibeberkan pihak kepolisian kepada publik. “Dugaannya dari info awal ada kebencian pelaku kepada korban, tapi kebenciannya apa belum tahu. Pelakunya dua pria,” kata Doni, Kamis (28/3/2019).
Doni mengatakan, kedua pelaku tersebut ditangkap petugas pada Rabu (28/3/2019) malam. Penangkapan tersebut berawal dari keterangan para saksi yang telah diperiksa oleh penyidik. “Pelaku tidak memiliki kedekatan dengan korban. Untuk jelasnya besok saja rilis, nanti kapolda langsung yang memberikan keterangan,” ujarnya. (red)