
Sulawesi Barat (SL) -Sejumlah pengungsi korban gempa Mamasa, Sulawesi Barat, jatuh sakit, sejak Sabtu, 10 November 2018. Pengungsi yang jatuh sakit antara lain dua ibu yang baru melahirkan, tiga ibu hamil, dan pengungsi dari Kecamatan Tabang.
Gempa yang terus menerus terjadi di Mamasa, Sulawesi Barat, mengakibatkan ribuan eksodus mengungsi di perbatasan Sulawesi Selatan, di Kecamatan Masanda, Kabupaten Tana Toraja.
Kondisi fisik ribuan pengungsi kini mulai diserang penyakit, termasuk dua ibu usai melahirkan asal Desa Salukona, Kabupaten Mamasa. Sejumlah warga yang terkena penyakit, dan butuh pertolongan medis di Posko Pengungsi Perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, yang berada di tenda – tenda darurat.
“Iya ada warga kami yang dua orang baru saja melahirkan, dan ikut juga mengungsi,” kata Kades Salukona, Nelce Arruan Layuk.
Hingga saat ini sekitar kurang lebih empat ratus warga Desa Salukona yang mengungsi akibat takut akan gempa yang terus menerus terjadi, bahkan dikabarkan telah ada rumah warga yang telah terlepas dindingnya. (net)