
Pringsewu, (SL)-Inspektorat Kabupaten Pringsewu terus melakukan pemeriksaan terhadap kasus gaji doubel pegawai honor dinas yang merangkap honor pegawai pengawal pribadi Bupati dan wakil Bupati Pringsewu, yang menyebabkan kebocorang anggaran mencapai miliaran rupiah.
Dikabarkan proses pemeriksaan Inspektorat itu atas perintah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan proses pemeriksaan 60 tenaga honorer yang namanya tercatat dan terus berjalan itu juga diawasi KPK. Namun Inspektur Kabupaten Pringsewu Endang Budiayati saat dikonfirmasi Selasa (18/9), enggan menanggapi kaitan pemeriksaan honorer itu atas perintah KPK.

Dia hanya membenarkan jika ada pemeriksaan pada pegawai honorer tersebut. “Pemeriksaan itu karena ada laporan saja. Saya belum tahu berapa banyak yang diperiksa karena pemeriksaan masih berjalan, pemeriksaan karena ada laporan,” kata dia.
Sebelumnya, Inspektorat Kabupaten Pringsewu memeriksa 23 orang tenaga honorer yang merangkap sebagai pengawal pribadi (Walpri) Bupati dan Wakil Bupati, yang memiliki SK ganda dan menerima gaji duoble. Karena selain menerima gaji sebagai pengawal pribadi Rp1,8 juta perbulan, dan merangkap sebagai honorer di dinas lain. Ironisnya hal itu sudah terjadi sejak enam tahun lalu.
Para pengawal pribadi Bupati dan Wakil Bupati itu merangkap sebagai pegawai honor di diantaranya di Dinas Kebersihan, sopir, juga sat Pol PP, juga sebaliknya tenaga honor di Dinas, tapi tercatat sebagai pengawl pribadi. Total kebocoran anggaran itu mencapai miliaran rupiah. Uniknya, pegawai honorer itu mengaku tidak pernah menerima gaji honornya.
“Saya juga merasa aneh karena saya tidak pernah menerima gaji double, bahkan tidak tahu jika berkerja sebagai Walpri. Entah siapa oknum yang telah mencatut nama saya, dan teman teman,” kata salah seorang pegawai honorer yang di periksa inspektorat, dan tak mau menyebut nama setelah tahu yang berbincang dengannya adalah wartawan,
Namun, dia berharap kasus itu diusut hingga tuntas, dan harus terungkap siapa yang bertanggung jawab dalam kasus ini. Artinya karena selama enam tahun ini nama-nama tenaga honorer selalu berubah setiap tahunnya. Dia mencurigai ada permainan oknum yang sengaja berbuat dengan tujuan mencari keuntungan sendiri. “Kami para honorer tidak ada yang menerima gaji double bahkan kami tidak tahu jika kami menjadi walpri, nama kami hanya dicatut dan entah oleh siapa,” katanya.
Irban 2 inspektorat Pringsewu Yanuar Haryanto saat dihubungi via ponsel, senin, (17/8/2018) mengatakan memang benar ada pemeriksaan para tenaga honorer sejak Jumat lalu, pemeriksaan dilakukan karena ramai diberitakan media. Namun demikian Yanuar enggan bicara lebih banyak terkait pemeriksaan pada honorer ini, “Nanti saja jika sudah selesai pemerisaan saja kita sampaikan semua, sekarang baru pemerisaan awal,” katanya. (Wagiman)