
Makassar (SL)- Arus lalu lintas di Jalan Sultan Alauddin Makassar Sulawesi Selatan, macet total, Kamis 13 September 2018. Ratusan mahasiswa menggelar unjuk rasa terkait keprihatinan atas melemahnya nilai tukar rupiah. Selain membakar ban bekas, pengunjukrasa juga menutup sebagian jalan. Mereka pun menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mundur dari jabatannya sebagai kepala negara RI.
Ketegangan sempat terjadi saat pengunjukrasa meminta agar kendaraan yang melintas untuk berhenti dan berbalik arah, Ratusan mahasiswa HMI Gowa Raya di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Kamis (13/9/2018), hingga sore masih bertahan di lokasi. Unjuk rasa mahasiswa dipicu oleh penilaian mereka terhadap ekonomi Indonesia sangat tidak stabil. Terutama lantaran nilai tukar rupiah yang anjlok. “Ketidakstabilan ekonomi ini sudah sangat mengkhawatirkan kawan-kawan,” teriak seorang mahasiswa yang bertindak sebagai orator.
Pantauan di lokasi, para demonstran sedikitnya dua kali nyaris bentrok. Pertama dengan ratusan suporter klub sepakbola PSM Makassar yang melintas di ruas jalan yang ditutup oleh pada demonstran. Selanjutnya, para mahasiswa juga nyaris terlibat bentrok dengan aparat kepolisian yang sedang mengawal jalannya demonstrasi.
Pihak mahasiswa yang kerap kali memberhentikan truk untuk dijadikan panggung orasi dihalang petugas yang berusaha menjaga kestabilan arus lalu lintas. Sejumlah mahasiswa ditarik petugas, terutama mereka yang berdiri di atas truk dengan mengibarkan bendera hijau hitam (bendera HMI). Beruntung, riak-riak tersebut tidak berlangsung lama. Kedua pihak menahan diri. Hingga kini, para mahasiswa masih memblokade salah satu ruas jalan di Sultan Alauddin Makassar menuntut Jokowi mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI.

Pekan lalu, belasan mahasiswa Makassar yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) juga berunjuk rasa akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang hampir menyentuh angka psikologis Rp 15 ribu per 1 dolar AS. Dan menambah beban utang jatuh tempo pemerintah tahun ini. Aksi unjuk rasa mahasiswa ini dipusatkan di perempatan Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Kamis 6 September 2018.