
KRUI (SL) – Terkait bantuan bibit bawang merah 2,7 ton yang belum ditanam dari jumlah total 3 ton, Dinas Pertanian Pesisir Barat (Distan Pesibar), akan segera memanggil Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tunas Baru, Pekon Rawas, Selamet Tedi.
Kepala Distan Pesibar, Ir Jalaludin MP, ketika dikonfirmasi Selasa (28/8), mengatakan bahwa terkait bantuan bibit bawang merah itu, pihaknya segera mengambil sikap tegas.
“Segera kami panggil, untuk memastikan bagaimana kesiapan pengurus Poktan itu,” kata dia.
Menurutnya, jika memang Poktan Tunas Baru siap untuk melakukan penanaman, maka pelaksanaannya harus disegerakan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.
“Begitu juga jika Poktan tidak siap, tidak menutup kemungkinan, bibitnya akan ditarik dan diserahkan dengan Poktan lain yang jauh lebih siap,” tuturnya.
Ditegaskannya, tidak ada alasan bagi suatu kelompok jika penanaman tidak bisa dilakukan disebabkan faktor lahan yang belum siap.
“Seharusnya sejak jauh hari sebelum pengajuan bantuan, Poktan harus sudah menyiapkan lahan yang akan menjadi lokasi realisasi bantuan itu,” lanjut Jalal.
Terlebih, terkait dengan alasan Ketua Poktan Tunas Baru itu sendiri, yang baru menanam sebanyak 3 kwintal dari total bibit bawang merah miliknya sebanyak 1 Ton.
“Seharusnya dengan jatahnya sebanyak 1 Ton, dia harus memperkerjakan tenaga minimal sebanyak lima orang. Keterbatasan dana bukan menjadi alasan yang tepat. Kalau tidak, kenapa minta jatah sampe 1 Ton jika memang faktanya tidak sanggup,” terangnya .
Karena itu, lagi-lagi Jalal memastikan akan segera memastikan bagaimana kesiapan dari Poktan tersebut.
“Saya tidak ingin bibit itu terbuang percuma. Kalau memang Poktannya tidak sanggup, maka akan segera diberikan ke Poktan yang jauh lebih sanggup dan siap,” tutup Jalaludin.
(net)