
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua pria yang disebut sebagai oknum wartawan, HB (45) dan MA (49), dalam dugaan pemerasan terhadap Sekretaris Desa (Sekdes) Jati Indah, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, mendapat bantahan dari pihak keluarga.
Istri HB alias Andre, Hesti, menyebut suaminya justru diminta bantuan oleh Sugus Antoni selaku Sekdes Jati Indah untuk menyelesaikan pemberitaan terkait proyek pembangunan jalan di desa tersebut.
Hesti mengatakan, pertemuan yang berujung pada penangkapan HB dan MA pada 29 September 2026 sekitar pukul 14.30 WIB itu bukan atas permintaan suaminya. Menurut dia, Sekdes yang lebih dulu menghubungi HB.
“Suami saya dijebak. Awalnya Pak Sekdes yang menghubungi suami saya, meminta tolong untuk difasilitasi ke media yang menaikkan berita terkait proyek jalan di Desa Jati Indah,” ujar Hesti, Selasa (29/9/2026).
Menurut Hesti, saat itu terdapat pemberitaan di tiga media mengenai proyek jalan yang dinilai merugikan pihak Sekdes. Sugus Antoni kemudian meminta bantuan HB untuk mencari jalan keluar atas pemberitaan tersebut.
“Dia sendiri yang menelepon, meminta suami saya untuk menemui beliau di lokasi pekerjaan,” jelas Hesti.
Pertemuan kemudian berlangsung di lokasi pekerjaan. HB tidak datang seorang diri karena turut ditemani MA atau Midun.
Hesti mengklaim, dalam pertemuan tersebut justru Sekdes yang menawarkan uang sebesar Rp3 juta untuk menyelesaikan tiga pemberitaan yang dimaksud.
“Pak Sekdes yang meminta saran dengan menawarkan uang Rp3 juta untuk penyelesaian tiga berita itu. Tiba-tiba polisi datang langsung menangkap mereka, sambil bertanya, ‘uang apa ini?’ Padahal suami saya tidak pernah meminta. Justru kami yang diminta tolong,” tegasnya.
Hesti menilai rangkaian kejadian tersebut perlu diperiksa secara utuh agar tidak muncul kesimpulan sepihak mengenai dugaan pemerasan yang menjerat suaminya.
Ia juga meminta polisi mengusut siapa pihak yang pertama kali menginisiasi pertemuan serta apa kaitan Sugus Antoni dengan proyek pembangunan jalan yang menjadi objek pemberitaan.
“Kami berharap semuanya diperiksa secara terbuka. Kalau memang suami saya memeras, silakan dibuktikan. Tapi kalau memang Pak Sekdes yang meminta bantuan dan menawarkan uang, itu juga harus dijelaskan,” kata Hesti. (Red)