
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Rencana pembangunan industri bioetanol di Lampung dinilai tidak hanya berkaitan dengan pengembangan energi terbarukan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat langsung bagi petani.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan kehadiran industri bioetanol dapat menjadi pasar baru bagi hasil pertanian masyarakat, khususnya komoditas singkong yang selama ini menjadi salah satu andalan Lampung.
Menurutnya, Lampung memiliki modal besar untuk menjadi pusat bioetanol nasional karena merupakan salah satu daerah dengan sektor pertanian yang kuat. Produksi padi, jagung, ubi kayu, pisang, kopi hingga komoditas perkebunan lainnya menjadi penopang utama perekonomian daerah.
Bahkan, hampir enam juta penduduk Lampung menggantungkan kehidupan mereka pada sektor pertanian.
Mirza menilai peningkatan produksi pertanian harus dibarengi dengan pengembangan industri pengolahan agar komoditas yang dihasilkan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
“Dengan produksi ubi kayu yang mencapai sekitar 7,5 juta ton per tahun, Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok utama bahan baku bioetanol nasional. Kehadiran industri bioetanol akan menciptakan pasar baru bagi petani, menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian Lampung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir perbaikan tata kelola sektor pertanian telah memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, kata Mirza, langkah tersebut perlu diperkuat melalui hilirisasi agar manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat semakin besar.
Dengan adanya industri bioetanol, hasil pertanian yang selama ini dijual sebagai bahan baku diharapkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi sehingga memberikan keuntungan lebih besar bagi petani dan daerah. (*)