
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan mencatat telah menangani sebanyak 37 kasus kebakaran di wilayah setempat sepanjang periode Januari hingga pertengahan Mei 2026. Dari puluhan peristiwa tersebut, kasus kebakaran rumah tinggal menjadi yang paling mendominasi.
Kepala Bidang Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengungkapkan bahwa peristiwa kebakaran rumah warga mendominasi dengan total 18 kejadian. Sisa kasus lainnya melanda sejumlah objek usaha dan fasilitas publik.
“Dari total 37 kasus kebakaran yang kami tangani hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 18 di antaranya merupakan kebakaran rumah warga. Sisanya melanda bangunan lain seperti gudang minyak, pabrik kopra, bank sampah, bus penumpang, hingga bangunan pondok pesantren,” kata Rully di Kalianda, Selasa 12 Mei 2026.
Berdasarkan pemetaan wilayah yang dirilis Damkarmat Lampung Selatan, Kecamatan Jati Agung menempati urutan pertama dengan angka kejadian kebakaran tertinggi, yaitu sebanyak tujuh kasus. Posisi berikutnya disusul oleh Kecamatan Kalianda dan Kecamatan Natar yang masing-masing mencatatkan lima kasus kebakaran.
Rully menekankan, kesigapan warga dalam memberikan laporan cepat kepada petugas di lapangan menjadi faktor kunci untuk meminimalkan dampak kebakaran. Laporan yang kilat dinilai sangat membantu petugas dalam mengatasi kendala jarak tempuh armada menuju lokasi kejadian.
Ratusan Operasi Penyelamatan Non-Kebakaran
Di samping menjinakkan api, Damkarmat Lampung Selatan juga aktif melakukan ratusan operasi penyelamatan non-kebakaran atau evakuasi sepanjang lima bulan pertama di tahun 2026.
“Tercatat ada sebanyak 265 kasus evakuasi kedaruratan yang berhasil kami tangani. Operasi ini didominasi oleh evakuasi sarang tawon sebanyak 161 kejadian dan penanganan ular liar masuk pemukiman sebanyak 58 kejadian,” papar Rully.
Mengingat masih tingginya angka potensi kelalaian, Damkarmat mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan mandiri, terutama dalam mengecek kelaikan instalasi listrik serta peralatan dapur sebelum bepergian.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sendiri menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka kebakaran dengan menggencarkan sosialisasi serta edukasi pencegahan dini ke sekolah-sekolah dan komunitas warga di 17 kecamatan. (Red)