
Pringsewu, sinarlampung.co – Perayaan Hari Paskah 2026 di Kabupaten Pringsewu tidak hanya menjadi momen ibadah bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi gambaran nyata kuatnya toleransi dan kebersamaan antarwarga. Ratusan personel gabungan bersama masyarakat dari berbagai organisasi ikut terlibat dalam pengamanan, memastikan ibadah berlangsung aman dan khidmat.
Sebanyak 266 personel pengamanan diterjunkan dalam rangkaian pengamanan Paskah di seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu. Pengamanan ini tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan TNI, pemerintah daerah, pengamanan internal gereja, organisasi kemasyarakatan, hingga pelajar Saka Bhayangkara.
Sejumlah gereja besar yang dipadati jemaat menjadi fokus pengamanan, seperti Gereja Santo Yusup Pringsewu, Gereja Santa Maria Padang Bulan, Gereja Santa Maria Pagelaran, Gereja Yustinus Martir Gadingrejo, dan Gereja Kerasulan Baru Pekon Waringinsari, Adiluwih.
Pemandangan menarik terlihat di Gereja Santa Maria Pagelaran. Di lokasi ini, pengamanan tidak hanya dilakukan aparat, tetapi juga dibantu oleh Pemuda Katolik, Peradah (Pemuda Hindu Dharma), PSHT, Remaja islam masjid (RISMA), dan Saka Bhayangkara yang tampak kompak bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban jalannya ibadah.
Kebersamaan ini menjadi bukti bahwa toleransi antarumat beragama di Kabupaten Pringsewu tidak hanya sekadar slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.
Kapolres Pringsewu melalui Kasi Humas AKP Priyono mengatakan bahwa polisi telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan keamanan selama rangkaian Paskah.
“Polisi melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari sterilisasi lokasi sebelum ibadah, pengaturan arus lalu lintas di sekitar gereja, hingga patroli rutin,” ujar AKP Priyono pada Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan, pengamanan rangkaian Paskah telah dimulai sejak 28 Maret dan akan berlangsung hingga Minggu, 12 April 2026. Untuk ibadah Jumat agung hari ini dilaksanakan di 27 gereja yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu.
AKP Priyono juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam membantu pengamanan.
“Kami mengapresiasi seluruh elemen masyarakat Pringsewu yang telah turut membantu proses pengamanan. Ini membuktikan bahwa warga Pringsewu memiliki kesadaran dan rasa toleransi yang sangat tinggi. Ini juga sejalan dengan Program Jaga Lampung serta Program Sabuk Kamtibmas, di mana sinergi antara masyarakat dan aparat terus diperkuat untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” jelasnya.
Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat tersebut, perayaan Paskah di Kabupaten Pringsewu tahun ini tidak hanya berjalan aman dan kondusif, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persatuan dan kepedulian antarwarga di tengah keberagaman. (Red)