
LEBANON SELATAN, sinarlampung.co – Eskalasi konflik di perbatasan Lebanon-Israel kembali memakan korban dari kalangan pers. Tiga jurnalis dilaporkan tewas seketika setelah kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran serangan udara Israel di wilayah dekat Jezzine, Lebanon Selatan.
Berdasarkan laporan lapangan, ketiga korban merupakan jurnalis yang aktif meliput dinamika konflik di kawasan tersebut. Mereka adalah: Ali Shuaib, koresponden Al Manar TV, Fatima Ftuni, koresponden Al Mayadeen, dan Mohammad Ftuni, jurnalis foto (saudara laki-laki Fatima Ftuni).
Tragedi Berulang Keluarga Ftuni
Insiden ini menjadi pukulan berat bagi keluarga Ftuni. Pasalnya, pada awal Maret 2026, tujuh anggota keluarga mereka dilaporkan telah tewas dalam serangan terpisah yang dilancarkan militer Israel di wilayah Lebanon.
Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Israel (IDF) belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan penargetan kendaraan tersebut maupun kronologi detail operasi udara di kawasan Jezzine.
Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang awak media yang gugur dalam menjalankan tugas di zona konflik Timur Tengah. Hal ini memicu kecaman luas serta kekhawatiran global mengenai minimnya perlindungan terhadap jurnalis di wilayah perang, yang seharusnya dilindungi oleh hukum humaniter internasional.
Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel terus menunjukkan tren peningkatan (eskalasi), dengan intensitas serangan udara dan baku tembak yang semakin sering terjadi dalam beberapa pekan terakhir. (Red)