
Pringsewu, sinarlampung.co – Ratusan warga menyerbu kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Pringsewu di Balai Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Jumat (13/3/2026). Sejak sebelum kegiatan dimulai, warga sudah memadati lokasi demi mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari pasaran.
Antusiasme warga bahkan membuat antrean panjang di lokasi kegiatan. Meski petugas telah menerapkan sistem antrean, warga sempat terlihat saling berdesakan saat pembelian dibuka. Dalam waktu hanya beberapa jam, berbagai komoditas yang disediakan langsung ludes terjual.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Beras program SPHP dijual Rp11.000 per kilogram, sementara harga beras kualitas medium di pasaran saat ini sudah mencapai sekitar Rp13.500 per kilogram.
Minyak goreng merek Minyak Kita dijual Rp15.000 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar yang berkisar Rp15.700. Selain itu, gula pasir kemasan dijual Rp16.000 per kilogram, sedangkan di pasaran mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000.
Komoditas lain yang dijual yakni tepung terigu merek Kunci Biru seharga Rp11.000 per kilogram, lebih murah dibanding harga pasar sekitar Rp12.500. Sementara telur ayam dijual Rp26.000 per kilogram, sedangkan harga pasar saat ini sudah mencapai Rp28.000 hingga Rp29.000.
Panitia menyiapkan berbagai stok bahan pokok dalam kegiatan tersebut. Di antaranya 400 sak beras kemasan 5 kilogram, 360 bungkus minyak goreng kemasan 2 kilogram, 120 bungkus gula pasir, 240 bungkus tepung terigu, serta 150 kilogram telur ayam.
Wakapolres Pringsewu, Kompol Samsuri, mengatakan gerakan pangan murah ini digelar untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Kegiatan ini juga sebagai upaya memastikan stabilitas harga, ketersediaan stok, serta kelancaran distribusi bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri,” kata Samsuri saat memantau gerakan pangan murah.
Salah satu warga Sidoharjo, Yunita, mengaku sengaja datang lebih awal agar bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga murah.
“Alhamdulillah bisa dapat beras dan minyak dengan harga lebih murah dibanding di pasar. Sangat membantu untuk kebutuhan rumah tangga menjelang Lebaran,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sumitro. Ia menilai harga komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
“Kalau bisa kegiatan seperti ini sering diadakan karena sangat membantu masyarakat,” katanya.(*)