
Lampung Timur, sinarlampung.co – Aksi pencurian kabel tembaga pada gardu trafo milik PLN kembali terjadi di Kabupaten Lampung Timur. Kali ini, gardu distribusi listrik di Desa Purworejo, Kecamatan Pasir Sakti, menjadi sasaran kawanan pencuri.
Peristiwa tersebut membuat warga kembali dilanda pemadaman listrik mendadak. Sejumlah rumah di sekitar lokasi sempat gelap total hingga petugas PLN datang melakukan pengecekan dan perbaikan.
Warga mengaku awalnya mengira listrik padam karena gangguan teknis atau pemadaman biasa. Namun setelah petugas memeriksa gardu, diketahui kabel tembaga di dalam instalasi tersebut telah dipotong dan dibawa kabur oleh pelaku.
“Kami heran, tiba-tiba mati lampu. Dikiranya ada gangguan biasa. Setelah dicek petugas PLN, ternyata kabel di gardunya sudah habis dipotong maling,” ujar Ibu Yani, warga Desa Purworejo, Senin (10/3/2026).
Menurut informasi di lapangan, aksi pencurian seperti ini bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Gardu listrik di Desa Purworejo disebut sudah beberapa kali menjadi target pelaku.
Modus yang digunakan terbilang nekat sekaligus rapi. Pelaku menyasar kabel jenis NYY yang mengandung tembaga di dalam gardu distribusi. Komponen tersebut memiliki nilai jual tinggi di pasaran rongsokan.
Akibat pencurian ini, pasokan listrik ke rumah-rumah warga langsung terputus. Petugas PLN terpaksa melakukan penggantian material sebelum aliran listrik kembali normal.
Sejumlah warga menduga pelaku bukan orang sembarangan. Mereka menilai pelaku memiliki pengetahuan khusus mengenai instalasi kelistrikan.
Pasalnya, gardu trafo memiliki tegangan listrik tinggi yang sangat berbahaya. Orang awam diperkirakan tidak akan berani menyentuh instalasi tersebut, apalagi memotong kabelnya.
“Ini pasti orang yang paham gardu listrik. Mereka tahu kabel mana yang harus dipotong lebih dulu dan bagaimana caranya supaya tidak tersengat listrik,” ujar seorang sumber di lapangan yang enggan disebutkan namanya.
Diduga kuat, aksi pencurian ini dipicu tingginya harga tembaga di pasaran. Saat ini, tembaga kupas disebut bisa mencapai sekitar Rp150 ribu per kilogram di tingkat pengepul.
Dalam satu gardu distribusi, kabel yang terpasang memiliki kandungan tembaga cukup tebal sehingga nilai ekonominya cukup menggiurkan bagi pelaku kejahatan.
Rentetan kejadian ini membuat warga semakin resah. Mereka berharap aparat kepolisian segera turun tangan untuk mengungkap pelaku sekaligus menelusuri kemungkinan adanya penadah kabel hasil curian.
“Polisi harus serius mengusut ini. Cek juga lapak-lapak rongsokan. Kalau ada yang jual kabel gardu PLN dalam jumlah banyak, itu patut dicurigai,” kata seorang tokoh pemuda setempat.
Warga khawatir jika aksi pencurian ini terus dibiarkan, bukan hanya listrik yang sering padam, tetapi juga aktivitas masyarakat bisa terganggu. Mereka berharap ada langkah cepat agar kejadian serupa tidak terus berulang di wilayah Lampung Timur. (Edo)