
Lampung Selatan, sinarlampung.co– Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Cipayung Plus Lampung Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin 23 Februari 2026. Aksi ini merupakan bentuk evaluasi kritis terhadap satu tahun masa kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati M. Syaiful Anwar.
Massa memulai pergerakan dari Lapangan Cipta Karya menuju kompleks perkantoran bupati menggunakan sepeda motor dan satu unit mobil komando. Tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, para demonstran langsung menyampaikan orasi yang menyoroti janji kampanye serta kondisi riil masyarakat saat ini.
Menagih Janji “Pitu Vista”
Fokus utama massa aksi adalah mempertanyakan realisasi program unggulan Pitu Vista. Mahasiswa menilai, setelah setahun berjalan, tujuh program strategis tersebut belum memberikan dampak signifikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dwi Silviana, mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kalianda, menegaskan bahwa manfaat pembangunan di berbagai sektor masih jauh dari harapan, terutama terkait infrastruktur jalan.
”Program-program tersebut belum berdampak nyata. Terutama infrastruktur jalan yang kondisinya masih memprihatinkan dan belum sesuai ekspektasi masyarakat,” teriaknya dari atas mobil komando.
Sorotan Harga Pangan dan Birokrasi
Selain infrastruktur, persoalan ekonomi kerakyatan juga menjadi poin krusial. Dela Yunita dari STAI Yasba Kalianda menyoroti ketimpangan antara tingginya harga kebutuhan pokok dengan rendahnya pendapatan petani dan buruh.
”Harga bahan pokok terus melambung tinggi, sementara hasil panen dan upah buruh belum memadai untuk mencukupi kebutuhan hidup,” tegas Dela.
Tak hanya itu, mahasiswa juga mengkritik tata kelola birokrasi yang dinilai masih berbelit-belit. Mereka menganggap semangat perubahan dalam konsep Good Governance yang diusung Egi-Syaiful belum sepenuhnya terwujud dalam pelayanan publik sehari-hari.
Bupati Tak di Tempat, Massa Kecewa
Situasi sempat memanas ketika perwakilan mahasiswa mencoba merangsek masuk ke area kantor bupati untuk memastikan keberadaan Egi Pratama. Namun, bupati diketahui sedang tidak berada di tempat.
Pemerintah daerah kemudian mengutus Asisten Pemerintahan Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan, untuk menemui massa. Meski sempat terjadi penolakan karena mahasiswa bersikeras ingin bertemu langsung dengan bupati, aksi tetap berjalan tertib hingga massa membubarkan diri.
Sekilas Tentang Program “Pitu Vista” Egi-Syaiful:
Sebagai pengingat, berikut adalah tujuh pilar visi-misi (Pitu Vista) yang ditagih oleh mahasiswa:
Moralitas: Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia dan berbudaya.
Demokrasi: Masyarakat demokratis berlandaskan hukum yang aman dan damai.
Tata Kelola: Pemerintahan dengan prinsip Good Governance.
SDM: Penguatan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Pemerataan: Pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Potensi Daerah: Kemajuan wilayah pantai dan pegunungan Lampung Selatan.
Sinergitas: Peran aktif di tingkat daerah, nasional, hingga internasional. (Red)