
Jakarta, sinarlampung.co – Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) tengah diguncang isu internal serius. Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, secara mengejutkan menyatakan pengunduran diri dari jabatannya. Langkah ini diikuti oleh eksodus massal sepuluh pejabat teras lainnya, yang terdiri dari dua pejabat eselon I dan delapan pejabat eselon II.
Kabar pengunduran diri ini mulai mencuat ke publik setelah potongan rekaman rapat internal melalui aplikasi Zoom beredar luas. Dalam rekaman tersebut, Iman Brotoseno tampak berpamitan kepada jajarannya dan menyatakan secara resmi bahwa ia melepaskan mandatnya sebagai orang nomor satu di TVRI.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendengar kabar tersebut meski belum menerima surat resmi dari Dewan Pengawas (Dewas) TVRI.
“Saya dengar memang sudah mundur. Katanya, Pak Imannya sakit,” ujar Saleh saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Senin 23 Februari 2026. Namun, Saleh menekankan bahwa jenis penyakit yang diderita Iman belum diketahui secara pasti dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Dewas Diminta Segera Bertindak
Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2005 tentang LPP TVRI, pengangkatan dan pemberhentian direksi merupakan wewenang Dewan Pengawas. Komisi VII meminta Dewas untuk segera melakukan langkah-langkah berikut:
Dewas memiliki waktu minimal 14 hari untuk memverifikasi alasan pengunduran diri tersebut guna memastikan tidak ada tekanan atau motif lain di luar masalah kesehatan.
Untuk menjaga stabilitas birokrasi, penunjukan Plt Dirut dianggap mendesak agar hirarki kepemimpinan tidak terputus. Jika pengunduran diri diterima secara sah, tim seleksi harus segera dibentuk untuk mencari pengganti definitif.
Penyiaran Piala Dunia 2026
Kekosongan kepemimpinan ini terjadi di saat yang krusial. TVRI saat ini tengah berada dalam fase persiapan intensif untuk menyiarkan Piala Dunia 2026. Sebagai pemegang hak siar atau mitra penyiaran penting di Indonesia, gangguan manajerial dikhawatirkan akan berdampak pada kesiapan teknis dan komersial.
“Kita berharap pengunduran diri ini tidak mempengaruhi kinerja TVRI, terlebih mereka tengah mempersiapkan penyiaran Piala Dunia 2026. Operasional harus tetap berjalan,” tegas Saleh. (Red)