
LAMPUNG TIMUR, sinarlampung.co– Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sekampung Udik selama empat jam mengakibatkan banjir di Desa Sidorejo, Minggu 15 Februari 2026. Setidaknya 20 rumah di dua dusun terendam air dan puluhan sumur warga tercemar material lumpur serta sampah.
Peristiwa yang terjadi mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB ini berdampak signifikan pada pemukiman warga. Berdasarkan data sementara, 11 rumah terdampak di Dusun 1 dan 9 rumah di Dusun 2, sementara dampak di Dusun 3 masih dalam proses pendataan.
Air Kiriman dari Hutan Register 38
Kepala Dusun 1 Sidorejo, Sunandir, menjelaskan bahwa banjir kali ini membawa material sampah dari arah pegunungan hutan kawasan Register 38. Selain merendam rumah, luapan air menyebabkan sumur-sumur warga menjadi keruh sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
”Untuk sementara, warga yang sumurnya terdampak harus menumpang (nebeng) fasilitas air milik tetangga yang masih bersih,” ujar Sunandir.
Drainase Mampet
Selain faktor cuaca, buruknya fungsi drainase di kawasan tersebut ditengarai menjadi penyebab utama air meluap ke pemukiman. Sebagian besar saluran air (siring) diketahui tidak berfungsi karena tertutup tanaman pohon dan rumput pakan ternak milik warga.
”Siring air mampet semua karena ditanami, sehingga tidak berfungsi lagi saat debit air tinggi,” jelasnya.
Pihak dusun telah melaporkan kondisi ini ke Pemerintah Desa Sidorejo. Rencananya, akan segera dilakukan normalisasi drainase melalui kegiatan gotong royong maupun pengerahan alat berat untuk mencegah banjir susulan, mengingat intensitas hujan di Lampung Timur masih cukup tinggi. (Edo/Afandi)