
Tanjung Jabung Timur, sinarlampung.co-Dunia pendidikan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, dikejutkan dengan insiden kekerasan yang melibatkan tenaga pendidik dan siswanya. Seorang oknum guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah murid di lingkungan sekolah.
Insiden yang terjadi saat jam sekolah tersebut mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat setempat. Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, ketegangan bermula dari adanya dugaan tindak kekerasan verbal yang dilakukan oleh sang guru. Oknum pendidik tersebut diduga melontarkan ucapan yang dinilai menghina salah satu murid dengan sebutan “miskin”.
Ucapan tersebut diduga memicu ketersinggungan mendalam bagi siswa yang bersangkutan. Emosi yang tidak terbendung kemudian memicu solidaritas sejumlah siswa lain hingga berujung pada tindakan kekerasan secara bersama-sama terhadap guru tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika guru menegur seorang siswa yang diduga menggunakan kata-kata tidak pantas di lingkungan sekolah. Teguran tersebut berkembang menjadi adu mulut yang berujung pada luapan emosi.
Dalam situasi yang memanas, guru tersebut diduga secara spontan menampar siswa. Rekaman video yang beredar di masyarakat memperlihatkan ketegangan berlanjut hingga terjadi aksi saling pukul saat jam istirahat.
Situasi kemudian semakin tak terkendali, ketika beberapa siswa diduga melakukan tindakan pengeroyokan terhadap guru tersebut. Menyikapi kejadian itu, pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan menggelar mediasi yang melibatkan berbagai unsur internal sekolah.
Kepala SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Ranto, mengatakan bahwa peristiwa itu dipicu oleh kesalahpahaman antara guru dan siswa. Pihak sekolah telah menempuh langkah mediasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia memastikan bahwa saat ini kegiatan belajar-mengajar di sekolah sudah kembali berjalan normal dan kondusif.
Sementara itu, Dinas Pendidikan setempat menyayangkan kejadian tersebut. Kasus ini menyoroti dua isu krusial sekaligus: dugaan perundungan (bullying) verbal oleh tenaga pendidik serta tindakan kekerasan yang dilakukan oleh peserta didik.
Secara terpisah, upaya mediasi telah difasilitasi oleh pihak kepolisian dan forum komunitas pimpinan kecamatan. Kapolsek Berbak, Ipti Hans Simangunsong, mengungkapkan pihaknya bersama forum komunitas pimpinan kecamatan memfasilitasi mediasi antara pihak sekolah, guru yang bersangkutan, murid, dan para orang tua murid. “Ya benar, kita akan mediasi hari ini terkait persoalan ini bersama pihak sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan ada titik terang,” ungkap Ipti Hans.
Camat Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Nopi Ariansyah, menambahkan bahwa mediasi melibatkan Babinsa, Polsek Berbak, dan pihak komite sekolah. Menurutnya, peristiwa yang menggemparkan media sosial itu diduga akibat kesalahpahaman saat guru memberikan arahan kepada siswa. (Red)