
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Institut Teknologi Sumatera (Itera) dengan tagline smart, friendly and forest campus. Kebun Raya Itera bagian dari pemanfaatan potensi lahan yang luas dan dalam rangka mewujudkan forest campus yang tidak sekedar hijau, tetapi punya nilai konservasi dan manfaat yang tinggi.
Pada kesempatan ini, Alawiyah selaku Kepala Kebun Raya Itera akan berbagi cerita tentang ide, maksud, dan tujuan adanya Kebun Raya Itera. Sejarah singkat, harapan serta pesannya bagi masyarakat.
“Idenya adalah diawali dengan melihat potensi lahan Itera yang memiliki luas 285 hektar pada tahun 2015. Sayangnya lahan seluas ini masih dalam kondisi terbuka tidak ada vegetasi pohon kala itu,” ujarnya kepada sinarlampung.co Kamis, 25 Desember 2025.
Ia menambahkan, didominasi oleh tanaman pangan yang ditanam oleh petani. Maka arah pengembangan lahan seluas 75,52 hektar dialokasikan untuk Kebun Raya Itera.
“Kebun Raya Itera di dalam kampus diharapkan dapat menjadi laboratorium alam dan sumber bank genetik flora yang dapat dimanfaatkan oleh civitas dalam mendukung kegiatan Tridharma yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” paparnya.
Kebun Raya Itera dibangun di atas lahan 75,52 hektar diinisiasi pada tahun 2016 melalui MoU dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang saat ini sudah berubah menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Penyusunan master plan dilakukan pada tahun 2017 oleh LIPI. PUPR memberikan bantuan pembangunan infrastruktur pada tahun 2018 dan 2021. Setelah lima fungsi kebun raya yang terdiri dari fungsi konservasi, pendidikan, penelitian, wisata, dan jasa lingkungan berjalan dengan baik. Maka Kebun Raya Itera launching pada 8 Juni 2022. Saat ini Kebun Raya Itera berusia 3 tahun pasca launching.
Tak hanya itu, Alawiyah berharap, Kebun Raya Itera dapat memberikan manfaat terhadap makhluk hidup. Menjadi tempat yang aman untuk flora bertumbuh, menyediakan ruang terbuka hijau yang inklusif dan sehat untuk masyarakat, dan dapat menjadi tempat pembelajaran untuk seluruh kalangan.
Menurutnya, Kebun Raya Itera hadir sebagai ruang hijau yang tidak hanya berfungsi untuk konservasi keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, penelitian, wisata, dan memberikan jasa terhadap lingkungan.
“Keberadaannya memberi pesan agar kita bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, memanfaatkan Kebun Raya Itera sebagai sumber ilmu dan inspirasi. Mari saling menjaga agar Kebun Raya Itera tetap lestari dan dapat menjalankan lima fungsinya dengan baik,” tutupnya.
Diinformasikan, jam operasional Kebun Raya Itera pukul 06.30-17.30 WIB. Sedangkan batas maksimal pengunjung memasuki area Kebun Raya Itera pukul 17.00 WIB. Aturan lainnya, dilarang membawa kendaraan bermotor ke dalam area Kebun Raya Itera.
Adapun fasilitas yang tersedia adalah Pusat Informasi, Zona Gaharu, Zona Tanaman Kehormatan, dan Palza Air Mancur. Kemudian, Taman Estetika, Taman Labirin, Pendopo Eduwisata, Paranet Tanaman Hias, dan Konservasi Kantong Semar. Pengunjung juga bisa berkeliling Kebun Raya Itera dengan sepeda yang disewakan. (Heny)