
Tulang Bawang Barat, sinarlampung.co – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat, Yantoni, menyatakan akan segera mempelajari dan memanggil pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terkait dugaan mark-up pada kegiatan belanja paket layanan internet dan langganan Zoom tahun anggaran 2025.
Dalam dokumen yang diperoleh, Diskominfo Tubaba tercatat menganggarkan dua paket layanan internet melalui e-Katalog 5.0 dari PT Indonesia Comnets Plus (ICON+):
1. Paket Domestic FO 200 Mbps Internet SME senilai Rp501.600.000
2. Paket Domestic FO 100 Mbps Internet SME senilai Rp180.000.000
Selain itu, terdapat pula paket “Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan” senilai Rp24.000.000 untuk satu kegiatan yang mencakup paket data user dan langganan Zoom.
Total potensi selisih harga dari pengadaan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp520 juta.
Yantoni menegaskan, pihaknya akan menelusuri lebih lanjut seluruh jenis belanja kegiatan tersebut.
“Kami akan pelajari dulu detailnya. Kalau memang benar ada kejanggalan, kami akan panggil pihak Dinas Kominfo untuk diminta klarifikasi, sebelum kami rekomendasikan ke aparat penegak hukum (APH),” ujar Yantoni kepada awak media, Sabtu (8/11/2025).
Sebelumnya belanja paket layanan internet oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun anggaran 2025 menuai sorotan. Berdasarkan penelusuran terhadap daftar detail paket satuan kerja (satker), ditemukan adanya selisih harga signifikan antara nilai kontrak pengadaan dan harga resmi yang tercantum di e-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Dalam dokumen yang diperoleh, Diskominfo Tulang Bawang Barat menganggarkan dua paket layanan internet dari PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) melalui e-Katalog 5.0.
1. Paket Domestic FO 200 Mbps Internet SME senilai Rp501.600.000
Sementara itu, harga resmi di e-Katalog PT Indonesia Comnets Plus untuk wilayah Sumatera tercantum sebesar Rp7.637.910 per bulan, atau Rp91.654.920 per tahun.
Dengan demikian, terdapat selisih harga mencapai Rp409.945.080.
2. Paket Domestic FO 100 Mbps Internet SME senilai Rp180.000.000
Berdasarkan data e-Katalog, harga berlangganan layanan serupa untuk wilayah Sumatera tercatat Rp5.796.420 per bulan, atau Rp69.557.040 per tahun.
Selisih harga antara nilai kontrak dan e-Katalog mencapai Rp110.442.960.
Total potensi selisih harga dari kedua paket tersebut mencapai lebih dari Rp520 juta.
Saat dikonfirmasi melalui Whatsapp Aidil Adrian, Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Tubaba, enggan memberikan tanggap. Jum’at (07/11/2025).
Sementara itu, pengadaan melalui e-Katalog seharusnya mengacu pada harga resmi yang telah tercantum dalam sistem LKPP guna memastikan efisiensi dan transparansi belanja pemerintah.
Temuan ini diharapkan dapat menjadi perhatian Inspektorat Daerah, BPK, dan Aparat Penegak Hukum (APH), guna memastikan tidak adanya penyimpangan dalam penggunaan anggaran Negara. (Sudirman)