
Tulang Bawang Barat, sinarlampung.co – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tulang Bawang Barat tercatat merencanakan belanja paket data dan langganan Zoom senilai Rp24 juta, namun realisasinya berubah menjadi pembelian paket internet jelajah berdasarkan data di e-Katalog. Perbedaan ini memunculkan kejanggalan dan dugaan ketidaksesuaian penggunaan anggaran.
Dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Tahun Anggaran 2025, Diskominfo Tulang Bawang Barat merencanakan pengadaan “Belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan” senilai Rp24.000.000 untuk satu paket kegiatan.
Rinciannya mencantumkan pekerjaan berupa paket data user dan langganan Zoom, dengan metode pengadaan “Dikecualikan” serta pelaksanaan dari Januari hingga Desember 2025. Sumber dana berasal dari APBD 2025.
Namun, saat dicek melalui sistem e-Katalog 5.0, kegiatan yang terealisasi berbeda dari perencanaan. Diskominfo justru melakukan belanja “Paket Internet Tipe Jelajah (Roam) Perbulan” senilai Rp24.000.000 dengan penyedia Arase Teknologi Indonesia.
Kejanggalan muncul karena dalam perencanaan awal tidak ada belanja paket internet jelajah. Selain itu, berdasarkan data e-Katalog LKPP, produk Zoom Workshop Pro License (300 Partisipan) 1 Tahun dari penyedia yang sama hanya sekitar Rp3.799.971, termasuk PPN 12 persen. Dengan demikian, nilai Rp24 juta untuk satu paket langganan Zoom tidak wajar.
Jika yang dibeli ternyata paket internet jelajah, penggunaannya juga dinilai tidak relevan. Diskominfo Tubaba berada di wilayah yang terjangkau layanan internet tetap (fixed broadband). Paket internet tipe jelajah umumnya dipakai di daerah terpencil yang tidak memiliki akses stabil, bukan di pusat pemerintahan.
Fakta-fakta tersebut memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi pengadaan, serta indikasi inefisiensi anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Diskominfo Tulang Bawang Barat belum memberikan klarifikasi mengenai perbedaan data dan kejanggalan tersebut. (Sudirman)