
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Oknum anggota DPRD Lampung Tengah bersama sopirnya, terlibat adu mulut dengan tiga mahasiswa, yang salah satunya juga anak anggota dewan. Peristiwa terjadi hanya karena mobil mereka pernapasan, dan sama-sama ngotot tidak mau mengalah, di jalur jalan Gang Mahoni, Kelurahan Wayhalim Permai, Kota Bandar Lampung, Sabtu 31 November 2025.
Mereka masing-masing turun dari mobil, dan adu argumen. Aksi keduanya sempat di lerai warga sekitar. Bahkan vidio saling ado urat leher itu viral di media sosial tiktok.
Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, sebelum ribut dua mobil yang kendarai anggota dewan dan mahasiswa itu datang berlawanan saling berhadapan di jalan yang sebagian jalan sedang dalam perbaikan.
Dalam posisi itu mobil tiga mahasiswa sudah lebih jauh menuju arah berlawanan, sementara mobil anggota dewan baru belasan meter masuk gang. Sehingga kedua saling berhadapan, dan tidak ada yang mau mengalah.
Salah satu mahasiswa berinisial IA, kemudian turun dari mobil untuk meminta agar kendaraan yang ditumpangi oleh seorang anggota dewan tersebut mundur supaya lalu lintas dapat berjalan secara bergantian.
Namun, respons yang diterima IA jauh dari harapan. Sopir anggota dewan justru menolak dengan nada tinggi. Tak lama, anggota dewan turun dari mobil dan mengatakan setahanan aja.
Hal tersebut diartikan oleh pihak mahasiswa sebagai ajakan untuk tidak saling mengalah. Mendengar hal itu, IA masih berusaha menjelaskan dengan nada rendah untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.
Kemudian sopir anggota dewan menyusul turun dan berkata, “Kamu aja yang ngalah, saya Anggota, ” Ucap sopir.
Ucapan tersebut memancing reaksi salah satu mahasiswa lainnya berinisial AM, “Kamu siapa? anggota apa kamu? pejabat mana kamu? buat apa bahas jabatan? ga hebat jabatan itu, orang tua saya juga anggota dewan,” Ucap Am.
Perdebatan pun tak dapat dihindarkan, kedua belah pihak saling berargumen dengan nada tinggi. Meskipun begitu, insiden ini tidak menimbulkan kerugian fisik. “Viral kan saya hayo, ” Teriak pria bertopi sopir pak dewan.
Peristiwa itu membuat warga sekitar keluar rumah, dan terekam CCTV warga. Mobil dewan akhirnya mengalah setelah salah seorang warga membuka pagar rumah, dan me jadikan halaman rumahnya untuk parkir sementara.
“Pernyataan “Saya anggota” yang dilontarkan sopir anggota dewan mencerminkan penyalahgunaan status janatan dan sikap elitis yang tidak sejalan dengan nilai-nilai pelayanan publik, ” Tulis Nitizen.
Kemudian sikap Anggota Dewan dengan mengatakan untuk tidak saling mengalah mencerminkan ketidakpandaian seorang wakil rakyat dalam mengayomi masyarakat.
Saksi di lokasi kejadian juga menyebutkan bahwa ai sopir anggota dewan tersebut masuk ke dalam mobil untuk mengambil sebuah benda yang diduga senjata tajam. “Untung masyarakat mampu menahan dan melerai kedua belah pihak, ” Kata warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DPRD belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. “Kita berharap lembaga legislatif segera menindaklanjuti kejadian ini dan memberikan sanksi etik apabila terbukti ada pelanggaran moral atau etika pejabat, ” Kata warga. (Red)