
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menggelar operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Kegiatan ini berlangsung di halaman MTs Darul Ulum, Desa Talang Way Sulan, Kecamatan Way Sulan, pada Rabu (15/10/2025).
Wakil Bupati Lampung Selatan, Syaiful Anwar, membuka kegiatan tersebut didampingi Sekcam Way Sulan, Kapolsek Katibung, Danramil Ketibung, Kepala Dinas Disprindag, para kepala desa, dan seluruh UPTD se-Kecamatan Way Sulan.
Dalam sambutannya, Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi kepada perusahaan, pelaku UMKM, dan masyarakat yang hadir dan ikut serta dalam pelaksanaan pasar murah ini.
“Bapak Bupati Lampung Selatan, Raditya Egi Pratama, menitip salam kepada masyarakat Kecamatan Way Sulan serta mendoakan semoga warga selalu diberikan kesehatan dan dalam lindungan Allah SWT,” ujar Syaiful.
Ia menjelaskan, operasi pasar murah merupakan agenda tahunan Pemkab Lampung Selatan sebagai strategi pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan di 17 kecamatan.
“Kegiatan ini bukan sekadar gerakan teknis, tetapi gerakan kolektif untuk melawan penyimpangan harga dan membantu masyarakat di tengah tekanan ekonomi. Bahan pokok seperti beras, minyak goreng, elpiji, dan gula dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan yang membebani masyarakat kecil. Karena itu, kita turun langsung ke lapangan,” tegasnya.
Syaiful juga menyinggung kondisi nasional yang menghadapi tantangan perubahan iklim, krisis pangan, dan ketegangan geopolitik yang mengganggu pasokan.
“Tapi kita tidak boleh menjadikan itu alasan untuk berdiam diri. Pemerintah harus hadir bukan hanya melalui regulasi, tetapi dengan aksi nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat,” lanjutnya.
Ia meminta aparat kecamatan, perangkat desa, dan UMKM mengawal kegiatan ini agar tepat sasaran, efisien, dan memberi manfaat sebesar-besarnya.
“Mari kita jadikan operasi pasar murah ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi pergerakan ekonomi berkelanjutan demi mewujudkan Lampung Selatan maju serta menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Syaiful juga menyoroti kondisi infrastruktur di Way Sulan yang masih rusak. Ia memastikan pembangunan di wilayah tersebut mulai direalisasikan tahun ini.
Untuk sektor keamanan, ia menyebut Way Sulan yang terdiri atas delapan desa saat ini hanya dijaga dua personel polisi. Ia mengajak masyarakat menjaga kondusifitas secara bergotong royong.
“Saya berharap seluruh kepala desa terjun langsung ke tengah masyarakat. Sekarang ini banyak kepala desa yang didemo, dilaporkan ke kejaksaan supaya diperiksa. Saya berharap agar seluruh kepala desa berhati-hati dalam menggunakan uang negara,” pungkasnya. (Waluyo)