
Lampung Timur,sinarlampung.co-Proyek Pembangunan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Margasari dan Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, dengan anggaran Rp40 miliar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu terus dikebut untuk memenuhi target penyelesaian pada Desember 2025 ini.
Tersisa waktu pengerjaan sekitar 77 hari kedepan. Proyek strategis dari KKP senilai Rp40 miliar itu terbagi di dua titik lokasi di Kecamatan Labuhan Maringgai. Titik pertama di Desa Margasari dengan anggaran sebesar Rp12,5 miliar lebih. Fokusnya pada pembangunan infrastruktur dan konstruksi kawasan, sementara sisanya digunakan untuk penyediaan pengadaan fasilitas pendukung nelayan.
Fasilitas itu mencakup cold storage, peralatan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan), Komponen docking kapal dan peralatan perbaikan perahu, peralatan kantor operasional, instalasi mekanik pembuatan ES, komponen mesin dan instalasi cold room serta berbagai sarana penunjang aktivitas nelayan lainnya.
Titik kedua di Desa Sukorahayu, pembagian komponen pembangunan infrastruktur dan perlatan mesin mekanik sebagai fasilitas pendukung, dengan nilai Rp20 miliar.
Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu Kementerian KKP Parlinggoman Tampubolon, S.Pi, M.Si , menyebutkan bahwa proyek KNMP di Lampung Timur merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi pesisir melalui pembangunan kawasan perikanan terpadu.
“Kami ingin Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi tempat bersandar kapal, tetapi juga menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat nelayan. Dengan fasilitas yang lengkap, mereka bisa meningkatkan efisiensi kerja dan nilai tambah hasil tangkapannya,” ujar Parlinggoman saat meninjau progres pembangunan, Selasa 13 Oktober 2025.
Menurut Parlinggoman, KKP memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai standar mutu konstruksi, Ia mengaku akan melakukan pengawasan secra ketat dan berkala terhadap setiap tahapan pekerjaan agar manfaat keberadaan KNMP nantinya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat.
Terkait tenggang waktu pengerjaan KNMP yang hanya tersisa waktu kurang dari tiga bulan, terhitung sampai dengan akhir tahun ini. Parlinggoman mengaku pihaknya tetap optimis, pengerjaan proyek Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Margasari dan Sukorahayu akan rampung sesuai target yang sudah dicanangkan.
“Kami sudah menandatangani pakta integritas bersama dengan Pemerintah Daerah Lampung Timur dan semua instrumen pendukung, pihak ketiga sebagai pelaksana pun sudah membuat komitmen, dan sebagai pengawasan kami akan bentuk Tim dan menempatkan cctv di sejumlah titik,“ kata Parlinggoman.
Sementara Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah menegaskan komitmen nya dalam mendukung dan mengawal pembangunan kawasan KNMP tersebut sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Pemerintah Pusat pada acara kunjungan bersama Kementrian KKP di lokasi Pembangunan 13 Oktober 2025.
“Kami berkomitmen mengawal agar proyek ini selesai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat. Kami akan bentuk satgas bersama untuk mengawasi dan memastikan pengerjaan sesuai spesifikasi dan sesuai tujuan. Harapan kami, keberadaan kampung nelayan ini benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Terkhusus Masyrakat Pesisir Lampung Timur,” ujar Ela.
Kawasan KNMP di Desa Margasari–Sukorahayu, nantinya akan berfungsi sebagai pusat aktivitas penunjang masyarakat nelayan lokal serta pemberdayaan ekonomi kawasan pesisir. Selain itu, kawasan tersebut juga diharapkan menjadi model penerapan konsep ekonomi biru di tingkat desa. Yakni, pengelolaan sumber daya laut yang terpadu dan berkelanjutan serta berorientasi pada keberpihan dan kesejahteraan masyarakat.
Rencananya, pengoperasian kawasan KNMP nantinya akan dilaksanakan oleh Koperasi Merah Putih Desa, Masyarakat dan UMKM lokal yang tergabung dalam Koperasi Merah Putih di kedua desa tersebut.
Dengan pembangunan yang terus dikebut serta dukungan dari berbagai kalangan, KNMP Margasari–Sukorahayu diharapkan menjadi simbol kemajuan sektor kelautan di Pesisir Lampung Timur, sekaligus dapat memperkuat kemandirian nelayan serta pemberdayaan dan pengembangan UMKM lokal. “Kita masyarakat menunggu, mudah mudahan Desember 2025 rampung, dan bisa digunakan masyarakat nelayan. Mudah mudaha proyek berkualitas dan tidak asal-asalan bangunnya,” kata warga Nelayan di lokasi proyek. (Ahmad Afandi/Red)