
Lampung Tengah, sinarlampung.co-Rehabilitasi ruang kelas SMAN 1 Punggur yang menelan anggaran Rp1.215.095.000 bantuan pemerintah revitalisasi SMA tahun anggaran 2025, dikerjakan asal jadi, dan gunakan bahan tidak sesuai sfesifikasi.
Padahal perbaikan bangunan ruang kelas yang rusak agar sesuai dengan standar dan dapat digunakan kembali untuk proses belajar mengajar, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana yang lebih baik, nyaman, dan kondusif bagi siswa dan guru.
Pengamatan wartawan dilokasi sekolah terlihat hanya perbaikan ringan, penambahan, dengan baja ringan dan tambal sulam bangunan, serta kusen interior, atap dan fasilitas pendukung lainnya. Dan ironisnya kayu bekas bongkaran tidak terlihat sama sekali. Kabarnya aset Disdik Provinsi Lampung itu digelapkan sang kepala sekolah. Ditambah lagi, dari bongkaran 15 ruangan sama sekali tidak terlihat kayu bekas di lokasi.
Hanya saja ada beberapa kusen jendela yang masih tersisa. Bahkan terlihat atap 13 ruangan kelas, termasuk 1 ruang Laboratorium IPA dan 1 Rehabilitasi ruang Perpustakaan, terindikasi menggunakan baja ringan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Kabar di sekolah, menyebutkan kayu bekas bongkaran sekolahan SMAN 1 Punggur dibawa pulang kerumahnya kepala sekolah. Padahal itu seharusnya menjadi aset dan inventaris yang harus dijual atau dimusnahkan melalui prosedur penghapusan dan penjualan, sesuai peraturan yang berlaku yaitu aset milik harus proses lelang.
Menjual barang bekas milik bongkaran ruang sekolah tampa melalui proses lelang jelas melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.
Saat dikonfirmasi, Kepala SMAN 1 Punggur, di Nunggal Rejo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, sang kepala sekolah Didik Nuryadi sedang tidak berada ditempat, Rabu 8 Oktober 2025. Dikonfirmasi via phone dan pesan WhatsApp di nomor 0813-6605-XXXX tidak merespon. Termasuk Ketua komite SMAN 1 Punggur, Ujang yang dikonfirmasi di nomor 0813-7985-XXXX Ujang tidak juga merespon. (Ersan/Red)