
Indramayu, sinarindonesia.id-Warga Kelurahan Paman, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dikagetkan dengan penemuan lima mayat satu keluarga yang terkubur dalam rumah. Mereka adalah Sachroni (76), pengusaha sarang walet, anaknya Budi Awaludin (40), menantunya Euis Juwita Sari (37) serta dua anak Euis dan Budi yang masih berusia 7 tahun dan 8 bulan, Senin 1 September 2025.
Kasus itu terungkap setelah warga mencium aroma busuk dari rumah itu. Warga semakin curiga karena seisi rumah tidak lagi merespons panggilan dan pesan selama beberapa hari terakhir. Warga hanya sempat melihat ada dua mobil bertamu ke rumah itu pada Kamis 28 Agustus 2025.
Sohib (45) tetangga korban mengungkapkan, sejak Kamis 28 Agustus 2025 tetangga mencoba menghubungi Euis, menantu Syahroni yang juga menghuni rumah, namun tidak mendapat balasan. Rumah bercat warna Pink itu pun terlihat sepi, warga semakin curiga.
Lalu Senin 1 September 2025 warga mendatangi rumah, dan mendobrak mendobrak pintu. Saat masuk, langsung tersebar bau menyengat tercium dari samping rumah. Dari terlihat jasad manusia yang sebagian tubuhnya masih tampak meski sudah terkubur.
Warga kemudian menggali dan menemukan jasad pertama, yang diketahui adalah pemilik rumah, Sachroni (70). Penemuan itu langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Lima korban yang ditemukan dalam satu lubang adalah Sachroni, Budi, Euis, dan dua anak pasangan Budi dan Euis yang masih berusia 7 tahun dan 8 bulan. Penemuan ini menimbulkan duka mendalam bagi kerabat dan warga sekitar karena para korban dikenal sebagai keluarga yang cukup dekat dengan warga.
Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, membenarkan penemuan tersebut. Jasad para korban sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Losarang untuk proses identifikasi dan autopsi.
Hasil pemeriksaan forensik diharapkan bisa mengungkap waktu kematian serta penyebab pasti para korban. Dari lokasi kejadian, potugas mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk cangkul, ember kecil, sprei biru dengan bercak darah, serta terpal yang juga berlumuran darah.
Meski motif pembunuhan belum terungkap, polisi menduga peristiwa ini direncanakan dengan matang karena seluruh korban dikubur dalam satu lubang di dalam rumah. Aparat masih memeriksa saksi-saksi, termasuk tetangga dan kerabat dekat korban.
Peristiwa ini membuat warga Indramayu dihantui rasa takut sekaligus prihatin. Banyak yang bertanya-tanya bagaimana satu keluarga bisa meregang nyawa dengan cara demikian tanpa diketahui lebih awal oleh lingkungan sekitar.
Seorang warga bernama Ami (35) mengaku kaget, saat mengetahui tetangganya ditemukan tewas dalam kondisi terkubur.
Ami menyebut sebelum kejadian, sempat terlihat dua mobil pikap berhenti di depan rumah korban pada Sabtu 30 Agustus 2025 dini hari. Hal itu menimbulkan dugaan peristiwa ini telah terjadi tiga hingga empat hari sebelum jenazah ditemukan.
Sempat Beli Lima Porsi Ayam Bakar
Salah seorang keluarga korban, Ema, menjelaskan, korban diketahui masih hidup pada Jumat 29 Agustus 2025 siang. Bahkan, pada sore harinya, salah seorang korban diketahui membeli ayam bakar lima porsi.
“Katanya ada tamu dari Tangerang. Dia (korban) beli ayam bakar di depan, lima porsi. Sama penjualnya ditanyain buat apa beli banyak-banyak? Katanya ada teman, ada saudara datang,” tutur Ema, Selasa 2 September 2025.
Ketika ditanyakan adanya indikasi pembunuhan terhadap para korban, Ema mengatakan, saat di kantor polisi usai penemuan jenazah korban, ia mendengar bahwa korban Budi ditemukan dalam kondisi terikat kaki dan tangannya.
Diduga korban Budi dihabisi di salah satu kamar karena ditemukan ada bercak darah di kamar tersebut. Selain di kamar, bercak darah juga dikabarkan ditemukan di dalam kamar mandi.
Ema mengaku sangat sedih karena satu keluarga itu meninggal semuanya dalam kondiis yang tak wajar. Termasuk dua anak Budi–Euis, yang masih berumur tujuh tahun dan delapan bulan.
Ema menyatakan tidak mengetahui apakah korban memiliki masalah dengan orang lain atau tidak. Pasalnya, korban terutama Budi, memiliki sifat tertutup.
Tidak ada Barang Hilang
Ketika ditanyakan apakah ada barang berharga milik korban yang hilang, Ema menyatakan, sepengetahuannya tidak ada. Bahkan, tidak ada barang yang rusak. Namun, ia mengaku tidak sempat melihat kondisi kamar tidur milik korban Budi.
Pihak keluarga juga meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut. Keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada polisi. “Saya ponakan korban. Semoga kasus ini bisa segera terungkap dan pelaku bisa ditangkap serta dihukum seberat-beratnya,” kata Nikko Hadimulya di Indramayu, dilansir Antara, Rabu 3 September 2025.
Pihak keluarga menduga kasus ini merupakan peristiwa pembunuhan karena kelima korban ditemukan terkubur dalam satu lubang. Nikko mengaku terakhir bertemu dengan korban yakni Sachroni, lebih dari dua pekan lalu dan komunikasi dengan keluarga korban tetap berjalan meski tidak intens karena kesibukan masing-masing.
Menurut Nikko tidak pernah mendengar adanya persoalan pribadi ataupun konflik dengan orang lain dari Sachroni. Korban hanya pernah bercerita mengenai ajakan berbisnis karena memang memiliki usaha.
“Kalau Sachroni setelah pensiun, dia punya usaha, yaitu sarang walet di rumahnya. Sementara anaknya, Budi, pernah bekerja di sebuah bank sebelum membuka usaha toko grosir bersama istrinya, Euis,” ujarnya.
Pihaknya berharap polisi bisa menangani kasus ini secara tepat agar motif dan pelaku dalam peristiwa tersebut bisa terungkap. Kelima korban, kata dia, saat ini sudah dimakamkan di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. (Red)