
Tanggamus – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, akibat curah hujan tinggi dan pendangkalan aliran Sungai Way Belu, langsung mendapat perhatian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Minggu (31/8).
Tim BPBD turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi kondisi sungai yang sempat meluap dan meninjau permukiman warga Dusun Kampung Bayur serta SD Negeri 1 Pekon Belu yang terdampak cukup parah.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Tanggamus, Adi Nugroho, menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan membuat debit air Sungai Way Belu melampaui kapasitas sungai, sehingga air meluap hingga ke kebun, rumah warga, dan sekolah.
“Intensitas hujan yang berkepanjangan membuat Sungai Way Belu tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, banjir masuk ke permukiman dan sekolah,” kata Adi,
Adi menambahkan, pihaknya telah menyiapkan langkah awal penanganan pascabanjir. “Kami sudah berupaya melakukan penanggulan, tetapi hujan turun kembali sebelum pekerjaan selesai. Besok, kami akan berkoordinasi dengan damkar untuk membersihkan endapan lumpur di SDN 1 Belu, agar kegiatan belajar bisa segera dilanjutkan. Jika cuaca mendukung, normalisasi dan penanggulan akan dilakukan mulai dari Dusun Suka Jadi hingga Kampung Bayur,” ujarnya.
Selain melakukan peninjauan, BPBD Tanggamus juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak di Kampung Bayur. “Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat. Besok, bantuan serupa akan disalurkan ke Dusun Suka Jadi dan Belu Tuha. Harapannya, cuaca bisa segera membaik sehingga upaya normalisasi dapat berjalan lancar,” imbuh Adi.
Sementara itu, Kepala Pekon Belu menyampaikan bahwa banjir akibat luapan Sungai Way Belu sudah berulang kali terjadi, namun penanganan dari pemerintah dinilai masih terbatas. “Pendangkalan sudah terjadi di beberapa titik. Kami berharap pemerintah bisa segera melakukan normalisasi dan pembuatan tanggul sungai, mulai dari Dusun Suka Jadi hingga Kampung Bayur,” ungkapnya.
Banjir kali ini tidak hanya menimbulkan kerugian material bagi warga, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan di SDN 1 Pekon Belu. Warga berharap langkah nyata dari pemerintah daerah dapat segera terwujud agar musibah serupa tidak terus berulang. (Wisnu)