
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Mati listrik total (blackout) wilayah di Provinsi Lampung Selasa-Rabu 4-5 Juni 2024. Keluh kesah dan sumpah serapah kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mematikan hingga 31 jam lamanya. Selain listrik padam, PDAM pun tidak mengalir dan gangguan internet hingga sinyal seluruh hanphone hilang.
Manager Telekomunikasi TJLS Lampung, Darma Saputra, menjelaskan blackout akibat gangguan transmisi pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 275kV.SUTT ini menghubungkan Lubuk Linggau dengan Lahat, yang berdampak pada sistem kelistrikan di wilayah kerja Provinsi Lampung. “Kami di PLN menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas ketidaknyamanan yang mungkin dialami para pelanggan akibat gangguan ini,” kata Darma.
Namun akibat blackout itu, tekah mematikan hamir semua sektor ekonomi. Selama dua hari banyak pedagang tidak beroperasi. Peternakan ayam potong, ikan hias hingga usaha ang tergantung dengan istri mati. Kapasitas mereka yang menggunakan jenset tidak mencukupi.
Karena itu Ketua Lampung Corruption Watch (LCW) Juendi Leksa Utama meminta PLN memberikan kompensasi kepada konsumen akibat padamnya listrik di sejumlah wilayah di Lampung dan sekitarnya. Karena banyak masyarakat yang merugi akibat pemadaman massal ini. “Meminta PT PLN memberikan kompensasi pada konsumen,” kata Juendi.
Menurut Juendi kerugian masyarakat tentunya terjadi secara material, khususnya para pelaku usaha. Pemadaman yang mengganggu para pelaku usaha berdampak pada investasi. “Bukan hanya merugikan konsumen residensial saja tetapi juga sektor pelaku usaha,” ujarnya. (Red)