
Kota Metro, sinarlampung.co-Rumah Sakit Azizah Kota Metro diduga salah siagnosa. Seorang Bhayangkari WPS (35)nyaris kehilangan calon janinnya. Pasalnya pihak rumah sakit Azizah mengeluarkan surat diagnosa hasil pemeriksaan radiologi kepada seseorang pasien yang mengeluh sakit perut.
Bhayangkari Polres Kota Metro, WPS (35) warga asrama Polres Metro kemudian mendatangi IGD RS Azizah kemudian diperiksa USG Abdomen, oleh dokter SL,dengan penanggung jawab dokter ESG. Hasilnya USG Abdomen oleh dokter SL menyebutkan hasil bahwa pasien mengalami blighted ovum dan kista uterus.
”Saya dan suami di kasih surat hasil periksa USG sama obat obatan yang kata dokternya ini obat penahan nyeri vitamin dan anti biotik dan gak tau obat apa aja karna saya gak ngerti obat obatan. Dokternya bilang saya punya penyakit kista sama BO atau bintik janin tidak berkembang,” kata WPS Selasa, 23 April 2024 lalu, dilangsir media lokal Kota Metro.
Menurut WPS setelah dua hari meminum obat dari rumah sakit tersebut pasien merasakan sakit sekali pada bagian perut dan mengalami kelainan pada perutnya. “Saya melihat sering ada flek darah yang terlihat di celana,” katanya sambil berlinang air mata.
Karena rasa penasaran, WPS kemudian melakukan kembali pemeriksaan ke dokter yang berbeda dan rumah sakit berbeda dibagian spesialis kandungan. Dengan hasil bahwa WPS sedang memgalami massa ngidam atau hamil sudah memiliki janin yang ber usia 8 minggu. WPS kemudian menjalani rawat inap selama tiga hari untuk penyelamatan janinnya yang melemah.
WPS dan suaminya kemudian melaporkan pihak Rumah Sakit Azizah Kota Metro ke Polres Kota Metro. Selain keberatan atas hasil pemeriksaan, mereka berharap tidak ada lagi korban salah diagnosa. Apalagi kasusnya sangat fatal karena mereka nyaris kehilangan janin yang ada dikandunganya.
Sementara pihak RS Azizah yang dikonfirmasi wartawan terkait dugaan salah diagnosa itu menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah mengakui adanya kesalahan diagnosis yang dilakukan pihak RS Azizah. “Tidaka ada kami salah diagnosa itu,” kata petugas RS Azizah, Selas 25 April 2024. (Red)