
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Sejumlah pedagang penyewa kios di Rest Area KM 33 Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) merasa resah dengan maraknya pedagang liar di dekat area tersebut. Kondisi ini diakui para pedagang sangat berdampak pada penghasilan penjualan dalam kurun waktu enam bulan terakhir.
Mereka menilai kondisi seperti ini harusnya pihak pengelola membuat evaluasi terhadap warung-warung liar yang berada dekat rest area.
Salah seorang pedagang, Wawan, mengaku kondisi ini ia rasakan berlangsung hampir enam bulan. Penghasilannya menurun drastis semenjak warung-warung liar di luar dekat rest area itu ada.
“Hampir enam bulan ini kios kami khususnya punya saya udah jarang (sepi) pembeli. Ya ini efek dari pedagang-pedagang (liar) itu. Pihak pengelola juga saya liat belum ada solusi,” keluh Wawan, Kamis, 22 Februari 2024.
Pedagang lainnya, Edwin, selain merasakan dampak dari pedagang liar, dirinya juga merasa keberatan dengan tarif sewa kios yang dibebankan, terlebih kiosnya saat ini sepi pengunjung.
“Tarif sewa kios 600 ribu sampai 1 juta bulan itu bagi saya sangat memberatkan. Apalagi sekarang ini kios kita lagi sepi pengunjung buah dari pedagang liar. Jujur saya ga sanggup kalo kondisinya terus-terusan begini,” ujar Edwin.
Sebagai penyewa kios, Edwin berharap pengelola Tol Bakter segera melakukan penertiban warung-warung liar di luar rest area tersebut. Selain itu, dia juga meminta pengelola dapat mengevaluasi tarif sewa kios kepada masyarakat sekitar yang dinilai memberatkan.
“Terus satu lagi, kalo bisa pengelola juga ada solusi agar rest area ini rame pengunjung. Ya kalo kondisinya gini terus kita bisa bangkrut mas,” tandas Edwin. (Red/*)