
Tanggamus, Sinarlampung.co – Tokoh masyarakat Pekon Sudimoro, Sudibyo menceritakan kronologis penyerahan diri Muslehudin alias Timin pelaku pembunuhan Freni Astriani tetangganya sendiri.
Pelaku sempat takjiah di rumah korban, usai pemakaman pelaku merasa bingung lalu bersembunyi di daerah Umbul Hampatoh, Pekon Balak, kecamatan Wonosobo.
Dalam persembunyiannya pelaku menghubungi Sudibyo melalui telepon seluler Senin sore, dan diminta pelaku menemuinya sendirian di wilayah umbul Hampatoh.
“Awalnya saya dihubungi istrinya, meminta saya menemui pelaku di daerah umbul Hampatoh, tapi saya tidak boleh membawa petugas kepolisian atau teman, karena takut pelaku kabur” terangnya, (Selasa 19 Desember 2023).
Atas permintaan pelaku, Sudibyo berangkat sendiri sesuai arahan pelaku, sesampainya di umbul Hampatoh, menunggu hingga malam sampai pelaku muncul dari persembunyiannya.
“Sampai di tempat l, saya menunggu sampai gelap, akhirnya pelaku muncul, kemudian ngobrol dan saya minta kepada pelaku untuk menyerahkan diri, untungnya pelaku nurut, dan saya bawa boncengan pake motor” imbuhnya.
Pelaku kemudian diantarkannya ke Polsek Wonosobo yang kemudian diteruskan petugas setempat ke Polres Tanggamus.
” saya serahkan pelaku ke pihak kepolisian, pelaku saya antar dan diserahkan ke Polsek Wonosobo di Banjar, udah itu saya pulang” jelasnya.
Dikatakan, pelaku sempat nekat hendak bunuh diri lantaran kebingungan atas perbuatan yang dilakukannya pasca kejadian pembunuhan malam itu.
“Pelaku sempat cerita, setelah melakukan pembunuhan itu, ia sempat bingung bahkan akan bunuh diri, tapi untung ga jadi, begitu cerita pelaku” imbuhnya.
Pelaku melakukan perbuatan itu karena merasa sakit hati, korban pernah menghina istri dan anaknya dengan perkataan kasar. Pelaku membesarkan anaknya dengan uang haram.
“Kalau cerita pelaku dengan saya, pelaku memukul korban dengan kayu beberapa kali ke kepala dan tubuh korban” pungkasnya. (Wisnu)